// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Penggunaan Dana Desa Lembang Lili'kira' Ao'Gading Balusu,Torut, Berjalan Normal


TORAJA UTARA (wartamerdeka.info) - Meskipun penggunaan dana lembang (red, dana desa) di hampir semua desa di Toraja Utara masih mengundang beribu pertanyaan, namun khusus di Lembang Lili'kira Ao'Gading, Kecamatan Balusu, pengelolaan dana lembang itu dinilai masih berjalan normal.

Penilaian ini berdasarkan keterangan disampaikan Nurpa Petrus Patabang SS, mantan Kalem Lili'kira' Ao'Gading, saat memberi klarifikasi tertait adanya laporan dugaan penyalahgunaan dana desa tahun 2017 di lembang tersebut. Juga, adanya dugaan mark up anggaran pada rehabilitasi Kantor Lembang Lili'kira' Ao'Gading.

Nurpa Patabang mafhum atas hal ini mengingat dalam waktu dekat akan digelar Pemilihan Kepala Lembang (Pilkalem) Lili'kira' Ao'Gading. Pilkalem itu sesuai jadwal akan berlangsung 28 Nopember mendatang.

"Dalam kondisi sekarang apalagi menjelang pilkalem apa sih yang tidak dipolitisir. Yang namanya pilkalem ya rawan politik. Ujung-ujungnya saling menjegal apalagi saya selaku incumben," ujar Nurpa yang telah menjabat Kalem selama 2 (dua) periode, kepada awak media ini, lewat sambungan telepon seluler, pagi ini (Selasa, 19/11).

Meski demikian, kata dia, pihaknya tetap merasa perlu memberi klarifikasi agar tidak bias di masyarakat. "Apapun tetap menjadi tanggungjawab saya memberi penjelasan agar masyarakat dapat memahami dan tidak menyesatkan. Paling tidak sebenarnya bisa dilihat dari indikator pembangunan yang ada selama saya menjabat kepala lembang, bagaimana penggunaan dana lembang itu. Bisa juga dikroscek langsung ke masyarakat yang sebenarnya," beber Nurpa menjelaskan.

Menurut dia, informasi adanya laporan pengaduan ini ia ketahui dari pihak Inspektorat Torut, baru-baru ini. Pihaknya, tambah dia, juga sudah memberi klarifikasi kepada pihak lembaga pengawasan fungsional Torut itu. (Tom)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama