Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Jokowi Resmikan Implementasi Program Biodiesel 30 persen Di SPBU Pertamina MT Haryono


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Implementasi Program Biodiesel 30 persen (B30) di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta Selatan, Senin (23/12). Dalam peresmian ini, Jokowi turut ditemani Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Direktur Pertamina Nicke Widyawati hingga Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahja Purnama atau Ahok.

Presiden Jokowi mengaku ingin betul-betul memonitor secara khusus, dari hari ke hari, dari bulan ke bulan, untuk implementasi program Biodiesel 30 (B30).

“Bagi saya tidak cukup hanya sampai ke B30. Tadi saya sudah perintah lagi pada Menteri dan Dirut Pertamina untuk masuk nanti tahun depan ke B40 dan awal 2021 juga masuk ke B50,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Peresmian Implementasi Program Biodiesel 30 (B30), di SPBU Pertamina (SPBU 31.128.02), Jl. MT. Haryono, Jakarta, Senin (23/12) pagi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku ingin betul-betul memonitor secara khusus, dari hari ke hari, dari bulan ke bulan, untuk implementasi program Biodiesel 30 (B30). Setelah B20, sekarang masuk ke B30. “Bagi saya tidak cukup hanya sampai ke B30. Tadi saya sudah perintah lagi pada Menteri dan Dirut Pertamina untuk masuk nanti tahun depan ke B40 dan awal 2021 juga masuk ke B50,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Peresmian Implementasi Program Biodiesel 30 (B30), di SPBU Pertamina (SPBU 31.128.02), Jl. MT. Haryono, Jakarta, Senin (23/12) pagi.

Sumber: https://setkab.go.id/percepat-implementasi-biodiesel-presiden-jokowi-agar-tidak-mudah-kita-ditekan-tekan-oleh-negara-ma
Jokowi menekankan pentingnya implementasi B30 karena bisa mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui.

"Kita berusaha mencari sumber-sumber energi terbarukan. Dan kita harus melepaskan diri dari ketergantungan pada energi fosil yang sadar akan segera habis," kata Jokowi.

Terlebih, selama ini Indonesia masih kerap melakukan impor migas. Sehingga, dengan adanya penerapan B30 bisa menekan impor dengan memanfaatkan kepala sawit yang cukup banyak di Indonesia.

"Kita tahu ketergantungan impor bahan bakar minyak termasuk solar. Kita juga merupakan negara sawit terbesar di dunia. Dengan potensi sawit itu kita banyak sumber bahan nabati," jelasnya.

Tak hanya berhenti di B30. Jokowi berencana menaikkan level biodiesel menjadi B40 hingga B100 di semua wilayah Indonesia.

Kandungan B30 saat ini terdiri dari campuran 30 persen minyak kelapa sawit dan 70 persen solar. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama