// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Prospek Asia-Pasifik Tertekan


Sebuah laporan baru PBB memperingatkan bahwa meningkatnya konflik di Timur Tengah menambah tekanan pada perekonomian Asia-Pasifik dengan mengganggu jalur energi, perdagangan, dan pasokan di tengah ketidakpastian global. Harga pangan dan energi yang lebih tinggi, bersamaan dengan melemahnya permintaan global, memperlambat pertumbuhan dan meningkatkan biaya hidup.
Survei Ekonomi dan Sosial Asia dan Pasifik 2026, yang diterbitkan oleh ESCAP, memperkirakan perekonomian negara berkembang di kawasan ini akan tumbuh 4,0% pada tahun 2026, dengan inflasi meningkat menjadi 4,6%, membalikkan kemajuan stabilitas baru-baru ini. Meskipun demikian, kawasan ini tetap menjadi kawasan berkembang dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Krisis energi global yang sedang berlangsung merupakan peringatan bagi Asia dan Pasifik untuk memperkuat ketahanan energi, termasuk melalui energi terbarukan dalam negeri. (FOTO: Jeson/Adobe Stock)

Berita PBB: Sebagian besar Kota Gaza telah hancur dalam konflik


PBB dan Uni Eropa mengeluarkan peringatan bersama pada hari Senin bahwa pembangunan manusia di seluruh Gaza telah mundur hingga 77 tahun, dengan kebutuhan dana sebesar $71,4 miliar selama dekade berikutnya untuk pemulihan dan rekonstruksi.

Baca selanjutnya...

 


Kapuskersin TNI Tutup Lokakarya Regional Ke-5 MPOME 2019

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Kepala Pusat Kerjasama Internasional (Kapuskersin) TNI Laksamana Pertama TNI Didik Kurniawan, S.T., M.Si. menutup Lokakarya  Regional Ke-5 Making Peace Operations More Effective (MPOME) 2019 di auditorium PMPP TNI, Kamis, (5/12/2019). Lokakarya  Regional yang berlangsung selama tiga hari diikuti 25 peserta dan 10 orang Subject Matter Expert (SME) dari 15 negara.

Pada kesempatan tersebut Kapuskersin TNI Laksma TNI Didik Kurniawan, S.T., M.Si menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada peserta lokakarya dan semua pihak yang telah terlibat dalam setiap upaya luar biasa dan implementasi yang sukses dari lokakarya yang sangat informatif ini.

Lebih lanjut Kapuskersin TNI mengatakan bahwa tujuan dari lokakarya ini untuk memberikan pengetahuan dan informasi bagi para pemangku kepentingan operasi pemeliharaan perdamaian yang berurusan dengan sistem manajemen senjata dalam lingkungan konflik multidimensi serta pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana praktik terbaik yang dapat diterapkan dengan mempertimbangkan beberapa keadaan.

“Saya percaya dan meyakini bahwa tujuan dari lokakarya telah tercapai dengan luar biasa serta para peserta lokakarya telah diberikan berbagai pengetahuan, mata pelajaran dan masalah penting melalui diskusi interaktif”, tambahnya.

Lokakarya Making Peace Operations More Effective atau Membuat Operasi Perdamaian Lebih Efektif adalah cerminan dari konsistensi untuk menciptakan lingkungan yang aman dan terjamin serta untuk mengurangi penyebaran senjata secara ilegal dan dampaknya dapat menciptakan perdamaian yang berkelanjutan. Sejalan dengan semangat kerjasama yang mulia, pelaksanaan lokakarya ini benar-benar merupakan faktor utama untuk membangun kemitraan dan kinerja yang lebih baik untuk meningkatkan profesionalisme pasukan penjaga perdamaian PBB.

Kapuskersin TNI memberikan ucapan selamat kepada Wadan PMPP TNI Kolonel Pnb Aldrin beserta staf dan Director of Cooperation Partnership Small Arms Survey Mr.  Eric Berman yang telah berhasil menyelesaikan pelaksanaan lokakarya regional ini sebagai tonggak operasi perdamaian. “Saya juga berharap lokakarya ini akan dapat mengelola dan lebih memperkuat kerjasama dan mempromosikan persahabatan harmonis yang abadi di antara kita di masa depan”, pungkas Laksma TNI Didik Kurniawan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama