Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Prajurit TNI Hibur Anak-Anak Di Pedalaman Papua


MERAUKE (wartamerdeka.info) - Prajurit TNI dari Kodim 1707/Merauke yang tergabung dalam Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (Satgas TMMD) ke-107 menghibur anak-anak pedalaman tepatnya di Kampung Epem, Distrik Citak Mitak, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua, dengan menggelar perlombaan balap karung, Senin (7/4/2020).

Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD ke-107 Kodim 1707/Merauke Lettu Inf Antonius Kalambia mengatakan bahwa kegiatan TMMD Ke-107 di Kampung Epem, selain pembangunan fisik 20 unit rumah masyarakat juga melakukan berbagai kegiatan non fisik termasuk kegiatan-kegiatan lain baik sosial maupun hiburan yang bermanfaat bagi warga setempat.

“Salah satunya seperti yang kita lakukan yaitu memberikan hiburan kepada anak-anak Kampung Epem melakukan perlombaan balap karung. Anak-anak terlihat antusias mengikuti lomba balap karung,” ujarnya.

Menurut Lettu Inf Antonius Kalambia, perlombaan balap karung tersebut selain merupakan hiburan juga untuk melatih ketangkasan bagi anak-anak. ”Dengan adanya kegiatan seperti ini, anak-anak bisa terhibur dan bisa lebih akrab lagi dengan personel Satgas TMMD ke-107 Kodim 1707/Merauke,” harapnya.

Yosef Wer (6 th) yang ikut lomba balap karung mengaku bahwa perlombaan tersebut pada awalnya memang sulit, tetapi banyak anak-anak Kampung Epem yang bisa melakukannya dengan penuh semangat dan gembira.

“Awalnya memang agak susah, baru beberapa lompatan saja saya sudah jatuh, tetapi saya dan anak-anak yang lain penuh semangat dalam mengikuti perlombaan tersebut,” katanya. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama