Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Cara Shalat Idul Adha Dalam Situasi Covid-19


Oleh : Ust. H. Ma’arif

(Kepala Sub Divisi Badan Manajemen PPPIJ Jakarta Islamic Centre)

Hari Raya Idul Adha 1441 H yang jatuh pada tanggal 31 Juli 2020 akan dilaksanakan dalam situasi Pandemi Corona Virus Desease (Covid-19). Diantara kegiatan hari raya Idul Adha yang dilakukan oleh umat Islam yaitu shalat Idul Adha. Shalat Idul Adha   dilaksanakan dengan berjamaah dan diikuti oleh banyak orang sehingga berpotensi terjadi penyebaran dan penularan Covid-19. Oleh karena itu pelaksanaan Shalat Idul Adha 2020 /1441 H selain harus berdasarkan ketentuan syar’i juga harus memenuhi protokol kesehatan.

Sholat Idul Adha dalam ajaran Islam disyariatkan berdasarkan Al-Qur’an, Assunnah dan Ijma Ulama. Dikerjakan sebanyak 2 rakaat pada hari raya Idul Adha yang dilaksanakan setiap tanggal 10 bulan Dzulhijjah. Hukum Shalat Idul Adha adalah Sunnah Muakkadah, yaitu sunah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Waktu Shalat Idul Adha dimulai sejak terbitnya matahari   pada tanggal 10 Zulhijah   yaitu ketika matahari telah meninggi kira-kira seukuran tombak dan berakhir sampai masuknya waktu Zuhur pada hari tersebut. Shalat halat Idul Adha lebih diutamakan dikerjakan pada awal waktu untuk memberikan kesempatan bagi jamaah untuk menyembelih hewan kurban. Shalat Idul Adha dikerjakan tanpa dikumandangkan adzan dan juga iqamat.

Hal-hal sunnah yang dilakukan pada saat hari raya Idul Adha adalah :

1. Mandi.
    Niat mandi hari raya adalah sebagai berikut :

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ اْلأَضْحٰى سُنَّةً ِللهِ تَعَالٰى.
    Artinya: Aku berniat mandi idul fitri/adha, sunnah karena Allah.

2. Berhias, dan memakai wangi-wangian.
Disunahkan bagi laki-laki untuk berdandan saat akan menunaikan hari raya Idul Adha dengan memakai pakaian yang bagus. Sedangkan untuk perempuan Imam Syafi’i berkata: saya lebih menyukai apabila kaum wanita yang hendak menghadiri shalat hari raya atau shalat-shalat yang lain dalam keadaan bersih, tidak memakai wangi-wangian, tidak memakai pakaian yang mencolok dan tidak juga memakai perhiasan. Namun hendaknya menggunakan pakaian yang sederhana.

3. Disunahkan berangkat pagi-pagi.

4. Makan terlebih dahulu sebelum berangkat shalat Idul Adha.

5. Menempuh jalan yang berbeda pada saat berangkat dari dan pulang ke rumah

6. Memperbanyak Takbir.
Pada hari Raya Idul Adha disunahkan membaca  takbir dimulai sejak shubuh hari arafah tanggal 9 dzulhijjah sampai waktu ashar hari tasyriq yang berakhir pada tanggal 13 dzulhijjah, dan disunatkan bertakbir pada setiap selesai habis shalat fardhu selama hari Tasryik tersebut.

7. Mengungkapkan tahniah (ungkapan suka cita) atas datangnya hari raya disertai dengan berjabat tangan. Tetapi karena Idul Adha 1441 H / 2020 dalam situasi pandemic Covid-19 yang mengharuskan adanya jaga jarak maka ungkapan tahniah cukup dengan saling mendo’akan seperti do’a :

تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا مِنْكُمْ،كُلَّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ

Karena shalat Idul Adha 1441 H/2020 dilaksanakan dalam situasi Pandemi Corona Virus Desease (Covid-19) maka  para jamaah hendaknya melaksanakan protokol kesehatan diantaranya :

1. Memakai masker sejak dari Rumah, ketika berada di tempat shalat sampai pulang kembali kerumah;

2. Menjaga jarak;

3. Mencuci tangan serta berwudhu sebelum dan setelah shalat Idul Adha

4. Membawa peralatan shalat sendiri;

5. Membawa kantung alas kaki/sandal;

6. Mengganti pakain dengan yang bersih selesai melaksanakan shalat Idul Adha.

7. Tidak memaksakan diri untuk mengikuti shalat jika kondisi tubuh dalam keadaan kurang sehat

Cara Melaksanakan Shalat Idul Adha.

1. Berniat shalat Idul Adha disertai takbiratul ihram. Niatnya adalah:

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِعِيْدِ اْلأَضْحٰى رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالٰى.
      Artinya: Aku niat Shalat sunat hari raya Idul Adha dua rakaat karena Allah Ta’ala.

2. Setelah takbiratul ihram, dilanjutkan membaca do’a iftitah, kemudian melakukan takbir sebanyak tujuh kali pada raka’at pertama, dan lima kali pada raka’at kedua. disela-sela takbir membaca tasbih:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ ِللهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

3. Membaca surat Al Fatihah kemudian dilanjutkan membaca surah-surah yang disunahkan seperti surah al-‘ala pada rakat pertama dan surah al-ghatsiyah pada rakaat kedua.

4. Kemudian, khatib melaksanakan khutbah pertama. Selesai khutbah, khatib duduk sejenak.

5. Selesai duduk, khatib melanjutkan dengan khutbah kedua sampai selesai.

6. Setelah khatib selesai menyampaikan khutbah maka prosesi shalat Idul Adha selesai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...