TikTok YouTube Instagram Twitter Facebook WhatApp

Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Bulan Muharram, 4689 Anak Yatim-Piatu Dapat Santunan Dari Pemkab Purbalingga

PURBALINGGA (wartamerdeka.info) - Sebanyak 4689 anak yatim, piatu dan yatim-piatu di Kabupaten Purbalingga menerima santunan/bantuan sosial dari Pemkab Purbalingga. Penyaluran bantuan ini dilaksanakan secara bertahap di sekitar Bulan Muharram. Meski demikian penyerahan juga sudah dilaksanakan sejak Rabu (15/8) di Kecamatan Karangmoncol dan Rembang.

“Masing-masing anak menerima santunan sebesar Rp 200.000. Ini merupakan wujud syukur kita dalam peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI. Disamping itu juga dalam Islam, Bulan Muharram juga merupakan bulannya anak yatim,” kata Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Purbalingga, Eni Sosiatman SSos, saat acara penyerahan bantuan tersebut di Kalimanah, Rabu (19/8)

Menurutnya, bantuan ini merupakan hibah yang diberikan guna meringankan beban orang tua ataupun pengasuh dalam kebutuhan sehari-hari. Secara prioritas penggunaan bantuan tersebut untuk biaya yang menunjang pendidikan anak.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM mengatakan santunan dan bantuan ini merupakan wujud syukur berbagi kebahagiaan karena Kemerdekaan Indonesia telah menapaki usianya yang ke-75. Usia yang sudah cukup matang setelah lepas dari kolonialisme Belanda dan penjajahan Jepang.

“Bisa dibayangkan, Indonesia dijajah Belanda 350 tahun. Tidak hanya itu, kita dijajah lagi oleh bangsa Jepang selama 3,5 tahun meskipun singkat tapi rasanya seperti 350 tahun. Kita bayangkan, saat penjajahan apa-apa itu susah. Nyari pendidikan susah, nyari pekerjaan juga susah. Alhamdulillah kita sekarang hidup di zaman kemerdekaan. Oleh karena itu saya mengajak semuanya mensyukuri nikmat kemerdekaan ini,” katanya.

Bupati berpesan, sebagai generasi penerus punya tugas, agar kemerdekaan ini terus dijaga, demikian persatuan dan kesatuan bangsa. Atas bantuan yang diberikan, Bupati berharap bisa bermanfaat dan memberikan keberkahan bagi semuanya. “Manfaatkan santunan dengan baik, terus belajar dengan giat, jangan berkecil hati, karena kalian akan jadi orang sukses," katanya.

Bupati menuturkan, doa para anak yatim dan yatim-piatu adalah doa yang didengar langsung oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Oleh karenanya Bupati Tiwi mohon untuk mendoakan Kabupaten Purbalingga untuk masa yang akan datang. 

“Saya mengajak untuk mendoakan agar Purbalingga lebih maju, masyarakatnya semakin sejahtera, dan pandemi Covid-19 ini bisa segera berakhir, dihilangkan dari bumi Purbalingga," katanya. 

Seperti yang diketahui, penyerahan bantuan sosial yatim, piatu dan yatim-piatu sudah berlangsung di 4 kecamatan. Diantaranya  Kecamatan Karangmoncol kepada 215 anak, Rembang kepada 239 anak, Kaligondang kepada 322 anak dan Kalimanah kepada 289 anak. Penyerahan bantuan dilaksanakan secara simbolis oleh bupati dengan anak dan juga melalui kepala desa.(gus/Humas)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama