ISTANBUL (wartamerdeka.info) - Enam orang tewas dan 202 orang terluka dalam
gempa kuat yang mengguncang Laut Aegea Turki, menurut Kepresidenan
Manajemen Bencana dan Keadaan Darurat Turki (AFAD) pada Jumat.
Seorang menteri mengatakan bahwa gempa yang getarannya dirasakan di
Yunani dan Turki itu telah membuat sejumlah bangunan rubuh di provinsi
pesisir Izmir dan orang-orang terperangkap di dalam reruntuhan.
Para saksi menyatakan orang-orang berkerumun di jalan-jalan Kota Izmir
usai gempa dengan magnitudo 7,0 itu mengguncang kota. Getaran dapat
dirasakan bahkan hingga Istanbul dan di pulau-pulau Yunani, di mana
menurut sejumlah pejabat, orang-orang panik namun tidak ada laporan
korban sejauh ini.
Terdapat berbagai laporan terkait
kerusakan properti. Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu menyebut
enam bangunan telah runtuh di dua distrik di kota pesisir Izmir.
Sementara itu, Menteri Urbanisasi Murat Kurum menyebut lima bangunan
telah runtuh di area tersebut, dan menambahkan bahwa sejumlah orang
terperangkap di dalam puing-puing bangunan. Adapun Walikota Izmir Tunc
Soyer menyebut hampir 20 bangunan telah runtuh di provinsi itu.
Dalam sebuah cuitan di Twitter, Soylu mengatakan tidak ada laporan
korban jiwa dari enam provinsi lain, di mana gempa juga dirasakan, namun
menambahkan bahwa terdapat sejumlah retakan kecil di beberapa bangunan.
Ilke Cide, seorang mahasiswa doktorat yang sedang berada di kawasan
Guzelbahce di Izmir saat gempa terjadi, mengatakan dia pergi menjauh
dari pantai setelah air naik usai gempa.
"Saya sangat
terbiasa dengan gempa... jadi saya tidak begitu khawatir awalnya namun
kali ini sangat mengerikan," ujarnya. Ia menambahkan bahwa gempa
tersebut berlangsung selama 25 hingga 30 detik.
Dilewati oleh
garis patahan utama, Turki adalah salah satu negara paling rawan gempa
di dunia. Lebih dari 17.000 orang tewas pada Agustus 1999 ketika gempa
berkekuatan 7,6 magnitudo melanda Izmit, sebuah kota di tenggara
Istanbul.
Pada 2011, gempa di bagian timur kota Van menewaskan lebih dari 500 orang.
Kepresidenan Manajemen Bencana dan Keadaan Darurat Turki (AFAD) mengatakan timnya telah dikirim ke wilayah gempa pada Jumat.
Penduduk Pulau Samos Yunani, yang memiliki populasi sekitar 45.000,
didesak untuk menjauh dari daerah pesisir, sebagaimana dikatakan kepala
organisasi Yunani untuk perencanaan anti-seismik, Eftyhmios Lekkas, pada
Skai TV Yunani.
"Ini adalah gempa yang sangat besar, sulit untuk terjadi gempa yang lebih besar," kata Lekkas.
Peringatan gelombang pasang tinggi diberlakukan di Samos.
"Kami belum pernah mengalami hal seperti ini," kata George Dionysiou,
wakil walikota setempat. "Orang-orang panik." Seorang juru bicara
kepolisian Yunani mengatakan ada kerusakan pada beberapa bangunan tua di
pulau itu, tanpa ada laporan korban luka.
AFAD menyebutkan kekuatan gempa sebesar 6,6 magnitudo, sedangkan Survei Geologi AS mengatakan 7,0 magnitudo.
Gempa tersebut terjadi sekitar pukul 11:50 GMT (pukul 18:50 WIB) dan
dirasakan di sepanjang pantai Aegean Turki dan wilayah barat laut
Marmara, menurut laporan media.
AFAD mengatakan pusat gempa
berada sekitar 17 km (11 mil) di lepas pantai provinsi Izmir, pada
kedalaman 16 km. Survei Geologi AS mengatakan kedalamannya 10 km dan
pusat gempa berada 33,5 km di lepas pantai Turki.
Sumber: Antara
Komentar
Posting Komentar