// Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz // Iran telah menghancurkan satu jet F-15 dan menargetkan pesawat A-10 AS yang jatuh ke Teluk. // Pasar saham UEA di Dubai dan Abu Dhabi telah kehilangan sekitar $120 miliar sejak perang AS-Israel terhadap Iran. // Indeks saham Nikkei 225 turun lebih dari 2.000 poin (+4%), pada Senin pagi, di tengah kekhawatiran konflik di Iran akan meningkat dan mengganggu pasokan minyak mentah. // Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat meskipun dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. //

Berita Foto

Wisata

Profil: Anda AH

Serangan Israel merusak rumah sakit di Tyre, Lebanon


Sebuah rumah sakit di kota pesisir Tyre, Lebanon, telah rusak akibat serangan udara Israel terhadap bangunan-bangunan di dekatnya yang melukai 11 orang.

Lanjut...

WMChannel


 

Ngobras Sampai Ngompol Bareng Mantan Wakapolri Nanan Soekarna, Bahas Dinamika Dan Tantangan Polri


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) periode 2011-2013, Komjen Pol (purn) Nanan Soekarna mengupas dinamika dan tantangan membangun Polri menjadi lebih profesional, modern, dan terpercaya di Poscast Ngompol YouTube Bamsoet Channel. Alumni terbaik Akademi Kepolisian 1978 dan peraih Adhi Makayasa ini menjabarkan tugas dan peran kepolisian sebagaimana termuat dalam UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian, yang secara garis besarnya terdiri dari, perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat; menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat; penegakan hukum; dan penjaga kedamaian.

"Gelombang reformasi yang mendera Indonesia pada 1998, turut membawa TNI dan Polri yang tadinya berada dalam satu kesatuan, terpisah menjadi dua bagian yang berdiri sendiri-sendiri serta masing-masing pimpinannya (Panglima TNI dan Kapolri) bertanggung jawab langsung kepada presiden. Landasan konstitusional pemisahan Polri dari TNI secara de jure dikukuhkan melalui TAP MPR No.VI/MPR/2000 tentang pemisahan TNI dengan Polri, serta TAP MPR No. VII/MPR/2000 tentang Peran TNI dan peran Polri," ujar Bamsoet di studio Podcast Ngompol (Ngomong Politik) YouTube Bamsoet Channel bersama Nanan Soekarna, di Jakarta, Sabtu (17/10/20).

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, berdasarkan kedua TAP MPR tersebut, Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kemudian merealisasikan pemisahan TNI dengan Polri melalui Keputusan Presiden No.89 Tahun 2000 tentang Kedudukan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Barulah pada tahun 2002, pemerintah bersama parlemen mengesakan UU No. 2/2002 tentang Polri dan UU No.3/2002 tentang Pertahanan Negara. Sementara UU tentang TNI baru disahkan pada tahun 2004 melalui UU No. 34/2004.

"Kembali bertanggungjawab langsung kepada presiden, sebagaimana pernah terjadi di era 1946-1959, membuat kedudukan Polri kembali kuat. Namun demikian, bukan berarti semuanya berjalan mulus. Polri justru dihadapkan dengan berbagai persoalan, seperti mentalitas tak terpuji dari personil, hingga belum terpenuhinya rasa keadilan masyarakat. Namun demikian, Polri mampu mengatasi berbagai permasalahan tersebut melalui berbagai aksi kerja nyata," kata Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menuturkan, pengakuan dunia internasional terhadap Polri terlihat pada laporan Global Law and Order Survey yang diselenggarakan The Gallup Organization tahun 2018, yang menempatkan Indonesia sebagai negara teraman ke-9 di dunia. Sebanyak 69 persen dari 148.000 responden di 142 negara percaya bahwa Polri mampu menjaga keamanan Indonesia.

"Bukan berarti Polri bisa berpuas diri. Segudang persoalan pekerjaan rumah masih perlu diselesaikan. Terlebih sebentar lagi kita akan menghadapi Pilkada Serentak 2020. Polri harus bisa turut berperan menjaga keutuhan bangsa dari perpecahan akibat Pilkada," urai Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini sepakat dengan Nanan, personil Polri ke depan harus mengedepankan pendekatan humanisme. Sudah bukan masanya Polri mengutamakan kekuatan senjata dalam menjaga keamanan, ketertiban serta mengayomi masyarakat.

"Dengan mengedepankan sisi humanisme, Polri akan semakin dekat dengan masyarakat. Polri juga harus berdiri di semua golongan. Tidak boleh memihak sekelompok orang saja. Saya yakin Polri kepercayaan masyarakat terhadap Polri akan terus meningkat," pungkas Bamsoet.

Seperti apa keseruan obrolan Bamsoet bersama Nanan Soekarna? Mengapa Polri selalu disalahkan saat meredam demo yang anarkis? Semua bisa disaksikan selengkapnya di Podcast Ngobras sampai Ngompol di akun Youtube Bamsoet Channel. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama