// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Sejumlah Ormas Di Grogol Berpartisipasi Amankan Wilayah Dari Gerakan Anarkis


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Sejumlah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang berada di Grogol Petamburan Jakarta Barat berpartisipasi mengamankan wilayah dari gerakan anarkis yang dipelopori oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab atas aksi unjuk rasa.

Seperti terlihat di Mapolsek Tanjung Duren Polres Metro Jakarta Barat nampak terlihat beberapa ormas berkumpul.

Di dalam penjagaan situasi Kamtibmas itu, tak sedikit ormas yang ikut serta di dalamnya, Selasa (20/10/2020).

Salah seorang relawan dari ormas FBR mengatakan, ini demi menjaga kondusifitas wilayah untuk menjaga keamanan  wilayah agar tetap kondusif.

"Kami ingin menjaga agar wilayah tetap kondusif,” ujar salah seorang dari ormas FBR.

Ia menyebut, ada sekitar beberapa orang  ormas yang turut menjaga kondusifitas wilayah antaranya ormas Banser, FBR, Laskar Merah Putih dan Citra Bhayangkara.

"Ada sekitar 100 orang," tambahnya.

Sementara Kapolsek Tanjung Duren Kompol Agung Wibowo mengatakan, ini merupakan hal yang baik dimana semua pihak saling menjaga keutuhan NKRI dan rasa nasionalisme.

"Harapan saya ini menjadi awal menyamakan persepsi bersama - sama menjaga sendi-sendi kehidupan," katanya.

Agung menyebut, pihaknya mengapresiasi Organisasi Masyarakat (Ormas) dalam menjaga situasi Kamtibmas di wilayah.

"Di dalam penjagaan situasi Kamtibmas itu, tak sedikit ormas yang ikut serta di dalamnya. Kami apresiasi atas komitmennya menjaga situasi tetap aman dan kondusif," pungkasnya.

Seperti diketahui, hari ini ribuan massa melakukan aksi unjuk rasa di sekitaran patung kuda Jakarta Pusat. Mereka menuntut penolakan Omnibus Law.

(Humas Polres Metro Jakarta Barat)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama