Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

TNI AL Evakuasi Nelayan Tenggelam


JAKARTA (wartamerdeka.info)  - Tim Search and Resque (SAR) TNI Angkatan Laut, ditengah pencarian serpihan dan korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182 pada  hari keempat dari unsur  Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmada I membantu melaksanakan evakuasi Nelayan yang tenggelam di perairan Tanjung Pasir, Banten, Rabu (13/1/2021).

Kronologis kejadian tersebut, menurut saksi Suryanto (36 th) yang juga tetangga korban mengatakan bahwa, Rodiah (50 th) bersama Firman (21 th) merupakan nelayan asal Tanjung Pasir yang mencari ikan di sekitar Pulau Ayer. Saat itu, ombak besar dan angin kencang mengakibatkan Rodiah terjatuh dari kapalnya KM. Badai setelah melempar jangkar ke laut, sedangkan anaknya bernama Firman yang mencoba menolongnya hilang belum diketemukan.

Perkiraan pukul 04.00 WIB, saksi mendengar suara korban meminta pertolongan, sampai dengan pukul 06.10 WIB, korban ditemukan mengapung dengan posisi telungkup serta dalam keadaan meninggal dunia. Pencarian dilakukan secara terus menerus terhadap anak korban, namun sampai saat ini belum bisa ditemukan.

Kemudian Sea Rider Kopaska yang melintas di antara Pulau Bidadari dan Pulau Untung Jawa mendekat ke KM. Badai, yang diketahui membawa mayat yang akan di bawa ke Tanjung Pasir. Karena cuaca buruk dan gelombang tinggi, kapal nelayan tidak sanggup melaju dan ditolong Sea Rider TNI AL yang diawaki Pelda Bah Adrik beserta dua temannya  untuk di antar ke Tanjung Pasir. Selanjutnya jenazah yang berhasil di evakuasi dibawa menuju kerumah korban di Desa Tanjung Pasir, Kec. Teluknaga, Kabupaten. Tangerang,  Banten. 

(Sumber: Dinas Penerangan Angkatan Laut)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama