// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

AHY Calon Gubernur DKI Jakarta 2024


Oleh: Saiful Huda Ems

(Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat Kepemimpinan Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Moeldoko)

Sangat santer sekali kabar yang terdengar di berbagai media sosial hari-hari ini, bahwa Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah diusulkan oleh banyak kalangan politisi untuk menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta 2024. Untuk menanggapi hal itu wartawanpun menanyakan pada saya, bagaimana pendapat saya untuk soal usulan banyak politisi yang mendukung AHY untuk maju menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta 2024.

Menurut pikiran saya, itu sebenarnya dukungan yang sangat logis sekali, sebab untuk menjadi Calon Presiden 2024 itu sangat berat dan belum levelnya bagi AHY untuk itu. Dalam pertarungan PILKADA DKI 2017 saja suara perolehan AHY masih kalah jauh dibanding suara perolehan untuk Ahok dan Anies, apalagi untuk maju menjadi Capres R.I 2024. Selain kualitas kepemimpinan (leadership) dan kapasitas wawasan intelektual AHY belum sampai kesana, AHY pun belum pernah teruji menjadi pemimpin di skala lokal seperti Bupati/Walikota juga Gubernur, apalagi di level nasional, yakni jadi Presiden. 

Maka, dukungan bagi AHY untuk menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta 2024 sebenarnya merupakan dukungan yang sangat rasional dan tertinggi dari kami untuknya. Itu suatu kehormatan yang luar biasa untuk AHY, sebab seorang pelarian Mayor mestinya level kepemimpinannya itu di tingkat Kecamatan atau maksimal Bupati/Walikota. Beda lagi kalau AHY itu merupakan purnawirawan Jenderal TNI bintang empat, maka AHY layak untuk jadi Capres. Karena itu tak perlulah Andi Nurpati dan Andi Malarangeng atau Andi Arief keberatan jika AHY banyak yang mendukungnya untuk maju jadi Cagub DKI Jakarta 2024. 

Dukungan untuk AHY jadi Cagub DKI 2024 itu mestinya layak mereka syukuri, sebab jangan sampai setelah PEMILU 2024, AHY dan adiknya Edhi Baskoro Yudhoyono (EBY) kehilangan momentum lagi dan tak mempunyai posisi apa-apa di Pemerintahan Daerah apalagi di Pemerintahan Pusat atau Nasional, seperti ketika PEMILU 2019 lalu selesai dilaksanakan, kakak beradik (AHY dan EBY) itu tak mendapatkan posisi apapun di Pemerintahan, meskipun lobi-lobi politik tingkat tinggi telah SBY dan AHY lakukan. 

Keinginan untuk menduetkan AHY dan EBY menjadi Pasangan Capres dan Cawapres R.I 2024 juga selayaknya harus dilupakan, karena sangat tidak pantas itu dilakukan. Rakyat Indonesia ini sudah terlalu kritis-kritis, beda dengan mereka yang menjadi pengikut setia Partai Cikeas, yang mau-maunya struktur partainya didominasi bapak dan anak-anaknya saja. Jadi mereka haruslah mulai sadar dan lebih rasional lagi agar tidak selamanya ditertawakan orang.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama