TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Tidak Ada Rincian Jelas di Papan Proyek Milyaran Gedung SD Di Cilacap


CILACAP (wartamerdeka.info) - Proyek bernilai milyaran rupiah untuk pembangunan gedung Sekolah Dasar di Kabupaten Cilacap terlihat tidak ada pencatatan rincian yang jelas.

Hal tersebut terlihat pada papan kegiatan proyek pembangunan gedung Sekolah Dasar Negeri Bengbulang 01 Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap Jawa Tengah dengan tanggal kontrak 19 Februari 2021.

Dalam papan kegiatan proyek yang bersumber dari APBN ini hanya terlihat nilai kontrak Rp. 18.190.916.000 dengan lokasi delapan sekolah di Kabupaten Cilacap, yaitu SMP Negeri 2 Kampunglaut, SMP Negeri 4 Satu Atap Kawunganten, SD Negeri Mantesan 3, SD Negeri Karanganyar 02, SD Negeri Malabar 5, SD Negeri 02 Panulisan, SD Negeri Bajingkulon 04 dan SD Negeri Bengbulang 01.

Untuk anggaran pengerjaan ruang kelas baru di SD Negeri Bengbulang 01 sendiri tidak tercantum nilai kontrak yang dikerjakan.

Selain itu, gambar rencana pengerjaan proyek yang semestinya terpasang dan digunakan untuk memenuhi keterbukaan informasi publik juga tidak ada. 

Kepada Warta Merdeka pada Rabu 31 Maret 2021, salah satu pekerja yang berasal dari Kabupaten Purbalingga menjelaskan belum diperlihatkan gambar, ia hanya mengikuti arahan dari pelaksana proyek."Kami hanya mengerjakan pekerjaan yang diperintah pelaksana," ujar pekerja yang enggan menyebut namanya.

Keterangan yang sama juga dijelaskan S salah satu pekerja dari desa setempat, setelah bekerja lebih dari dua hari belum melihat gambar perencanaan proyek."Kami mengikuti apa yang diperintahkan mandor saja," jelasnya.(gus)

1 Komentar

Lebih baru Lebih lama