Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

 


 


LAKSI: Tolak Intervensi Ombudsman Dalam Proses Seleksi Internal KPK

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Adanya usulan  rekomendasi yang di keluarkan oleh ombudsman soal proses penerimaan pegawai KPK melalui seleksi TWK menuai berbagai protes dan kritik dari berbagai elemen aktifis.

Salah satunya dari Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia  (LAKSI). Koordinator LAKSI Azmi Hidzaqi, menilai, rekomendasi dari  ombudsmen cacat hukum, ini akan menjadi  blunder selain itu juga  akan membahayakan  ombusmen itu sendiri, sebab ombudsmen dianggap melakukan akal-akalan soal adanya praktek mal administrasi yang telah terjadi di KPK, yang sebenarnya tidak terbukti. 

"Hasil rekomendasi ombudsman dapat dikategorikan merupakan pengiringan opini yang bisa menyesatkan publik, selain itu juga Ombudsman tendensius dalam mengemukakan pendapatnya soal seleksi  TWK KPK.  Maka dari itu kami menilai ini Ombudsman sudah   melakukan penyebaran hoaks, terkait kebohongan yang dapat merugikan KPK sebagai lembaga negara. Sebab apa yang telah di sampaikan ombudsman selama ini ternyata tidak sesuai dengan fakta yang terjadi dalam proses seleksi ASN di KPK itu sendiri," ujar Azmi Hidzaqi dalam siaran persnya, hari inim

Kondisi ini, menurutnya, sudah sangat membahayakan bagi Indonesia, karena lembaga pengawas sebesar Ombusman ternyata bisa dimanfaatkan oleh oknum yang tidak lolos seleksi TWK KPK.

"Dan Ombudsmen secara tidak sadar hanya di tunggangi untuk menyerang dan melemahkan kepemimpinan KPK. Padahal prestasi KPK dalam menyelamatkan uang negara dan menjaga pemberantasan korupsi di Indonesia sangat signifikan," tandasnya. 

“Saya mengingatkan kepada teman-teman semua, bahwa apa yang dilakukan ombusman ini bisa membahayakan dan mengganggu proses pemberantasan korupsi  di Indonesia yang selama ini di lakukan oleh KPK, tudingan ombudsman soal adanya penyimpangan mal administrasi dalam TKW KPK dapat dikatakan sarat dengan rekayasa dan kebohongan yang di lakukan oleh oknum KPK yang tidak lolos TWK. Untuk tujuan agar dapat melemahkan kepemimpinan dan soliditas komisioner KPK. Ternyata di balik itu semua adanya permainan dari oknum-oknum eks KPK yang selama ini tidak menyukai kepemimpinan komisioner KPK itu sendiri," tegas Azmi Hidzaqi.

LAKSI memaparkan adanya sebuah rekayasa yang dilakukan di balik serangan kepada komisioner KPK selama ini, dan mereka sengaja mencari-cari kesalahan dari anggota komisioner KPK hanya untuk menggiring opini negatif  sehingga dapat dengan mudah menggalang opini publik untuk menjatuhkan citra KPK. 

Pegawai eks KPK yang tidak lolos TWK ini berharap akan adanya simpati publik, dengan adanya penggiringan opini di media sosial serta terciptanya   gerakan untuk menjatuhkan komisioner KPK. Tidak hanya itu mereka juga menggalang dukungan melalui LSM pro asing yang selalu melakukan tekanan  publik untuk menyerang lembaga Komite Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Berkaitan dengan adanya  persoalan ini maka  bagaimana masyarakat bisa mempercayai indepndensi  ombudsman dalam  persoalan ini ? Oleh karena itu kami ragu dengan niat tulus ombudsman dalam melakukan fungsi kontrol terhadap KPK selama ini, karena ternyata ombudsman telah melakukan tindakan yang blunder dan salah, ombudsman di anggap tidak objektif dan netral.  dan selain itu juga onbudsman telah melakukan intervensi terhadap lembaga negara yang seharusnya tidak dilakukan oleh Ombudsman," ungkapnya.

Menurut Azmi Hidzaqi, sebenarnya tidak ada alasan lagi bagi kita untuk meragukan atau menyangsikan kepemimpinan komisioner KPK saat ini di sebabkan anggota  komisioner KPK adalah  orang-orang yang dipilih   yang sudah melalui proses seleksi yang ketat di DPR. (R)

Posting Komentar untuk "LAKSI: Tolak Intervensi Ombudsman Dalam Proses Seleksi Internal KPK"