TikTok YouTube Instagram Twitter Facebook WhatApp

Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

PPWI Sumut Prihatin Vaksin Langka Di Medan

MEDAN (wartamerdeka.info) - Masyarakat Sumatera Utara (Sumut) belakangan ini menghadapi dilema. Pasalnya, segala pengurusan harus lebih dulu memegang sertifikasi vaksin Covid-19. Namun sangat disayangkan, selama dua pekan terakhir ini vaksin bantuan pemerintah tersebut kosong. Atas kekosongan stok vaksin, tak ayal membuat berbagai pihak, termasuk organisasi media angkat suara.

Ya, salah satunya dari DPD PPWI Sumut (Persatuan Pewarta Warga Indonesia). Kepada pewarta media ini, Bendahara PPWI Sumut, Indrawan S, menyatakan keprihatinannya atas kondisi minimnya stok vaksin Covid-19 di Sumut, terkhusus di Kota Medan.

"Bukan hanya minim, tapi stok vaksin itu tak ada selama dua pekan belakangan ini. Dan ini terus terang membuat cemas masyarakat. Sebab, segala urusan, setahu saya harus mendapatkan sertifikasi vaksin Covid-19, baru mendapat restu pengurusan," terang Indtawan S didampingi Ketua PPWI Sumut, Surya Putra Sianipar; Wasekjen Dedi J Nasution, serta pengurus lainnya di Sekretariat PPWI Sumut, Jalan Flamboyan I No 12, Tanjung Selamat, Medan, Sabtu (31/7/2021).

Seharusnya, menurut Indra, masalah kekurangan stok vaksin harus segera diantisipasi. Hal itu bertujuan agar keresahan masyarakat tidak timbul. Nah, sekarang stok vaksin tak ada, bahkan langka.

"Alhasil, sekarang masyarakat serba salah. Masyarakat disuruh vaksin tapi vaksinnya sendiri tak ada. Kan ini sangat dilematis bagi masyarakat. Untuk itu kita minta kepada pemerintah secepatnya mengambil langkah agar menyelesaikan masalah ini," seru Indrawan.

Sebagai tambahan informasi, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) kembali menerima 183.500 dosis vaksin Covid-19. Vaksin Sinovac tersebut tiba di Bandara Kuala Namu Internasional (KNIA) Deli Serdang sekitar pukul 15.35 WIB dan langsung dibawa ke gudang farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dengan pengawalan pihak kepolisian, Jumat (30/7/2021).

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengatakan vaksin ini akan diprioritaskan kepada warga yang belum menerima suntikan vaksin tahap kedua. "Ini kita fokuskan untuk periode yang kedua artinya untuk orang yang sudah vaksin tahap pertama," kata Edy kepada wartawan.

Edy menjelaskan, pengiriman vaksin ke Sumatera Utara akan terus berlanjut hingga Agustus 2021 mendatang. Vaksin yang masuk hari ini adalah Sinovac dan Astrazeneca. 

"Mungkin itu di Agustus nanti (datang Pfizer dan Moderna). Sekarang Sinovac dan AstraZeneca yang sudah datang," jelas Gubsu Edy. 

Dengan datangnya vaksin ini maka vaksinasi akan terus dilanjutkan. Meski demikian, ia tetap mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. (BN/Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama