// Menteri luar negeri dari Pakistan, Turki, Mesir, dan Arab Saudi bertemu di Islamabad, dengan tujuan meredakan perang AS-Israel terhadap Iran. // Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat meskipun dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. // Serangan AS-Israel menghantam infrastruktur penting, kelompok garis keras menuntut penarikan diri dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir. // Sakamoto Kaori dari Jepang meraih gelar juara seluncur es kejuaraan dunia di Praha, Republik Ceko, pada hari Jumat. //

Galeri Wisata

Trulli
Menteri Luar Negeri Pakistan Muhammad Ishaq Dar (kiri) menyambut mitranya dari Turki, Hakan Fidan, sebelum pertemuan konsultasi dua hari dengan para menteri luar negeri Turki, Arab Saudi, Mesir dan Pakistan di Islamabad pada Minggu (29/3/2026) (Kementerian Luar Negeri Turki/Handout via Anadolu)

Perusahaan aluminium terbesar UEA melaporkan 'kerusakan signifikan' akibat serangan Iran


Produsen aluminium terbesar di Uni Emirat Arab mengatakan bahwa lokasi pabriknya di Abu Dhabi mengalami "kerusakan signifikan" selama serangan rudal dan drone Iran.

Lanjut...

Terima Majelis Pendidikan Tinggi KAHMI, Bamsoet Dukung Berdirinya Universitas Insan Cita Indonesia

JAKARTA (wartamerdeka.info)  - Ketua MPR RI sekaligus Dewan Pakar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa (KAHMI) Bambang Soesatyo turut bangga atas lahirnya Universitas Insan Cita Indonesia (UICI), sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1183/M/2020 tentang Izin Pendirian UICI. Didirikan oleh KAHMI melalui Majelis Pendidikan Tinggi KAHMI (MPT KAHMI), UICI memiliki empat program studi, yakni Bisnis Digital, Sains Data, Komunikasi Digital, dan Informatika. Perkuliahan tahun ajaran 2021/2022 akan dimulai pada pertengahan September 2021. Tercatat lebih dari 1.500 mahasiswa akan menjadi angkatan pertama UICI.

"Lahirnya UICI merupakan bentuk gotong royong keluarga besar KAHMI menjalankan amanat konstitusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Sekaligus menandakan era baru dalam pemajuan pendidikan di Indonesia melalui Digital Integrated Learning System (DILS). Menjadikan UICI sebagai universitas digital pertama di Indonesia yang mengintegrasikan Digital Simulator Teaching Learning System (DTLS), Virtual Reality (VR), dan Augmented Reality (AR). Sehingga mahasiswa bisa belajar dari mana saja, kapan saja, dan dengan sarana apa saja," ujar Bamsoet usai bertemu MPT KAHMI, di Jakarta, Kamis (12/8/2021).

Turut hadir jajaran MPT KAHMI, antara lain Wakil Ketua Raviq Karsidi, Sekretaris Subandriyo, Wakil Bendahara Mashudi, dan Anggota Siti Zuhro. Hadir pula Rektor UICI Laode M Kamaludin, dan Anggota DPR RI yang juga pengurus KAHMI Darul Siska.

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, selain unggul dalam teknologi, UICI juga mengusung filosofi dasar integrasi budaya ligital, keagamaan, dan ke-Indonesiaan. Sehingga lulusan UICI akan menjadi generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki karakter kreatif dan inovatif yang bernafaskan keagamaan (Islam).

"Untuk menyiapkan lulusan yang berdaya saing global, UICI memberi pengalaman mahasiswa dengan kompetensi digital, kesempatan double degree, seminar, workshop, dan kompetisi. Baik ditingkat nasional hingga internasional," jelas Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) sekaligus Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB KODRAT) ini menerangkan, UICI menggunakan sistem pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp 2,5 juta yang dibayar setiap awal semester. Biayanya sangat terjangkau dan tidak memberatkan mahasiswa.

"Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat per tahunnya, dari sekitar 2 sampai 3 juta lulusan SMA dan SMK, hanya sekitar 38 persen atau sekitar 4.700 siswa yang bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Padahal Indonesia dalam periode menyongsong puncak bonus demografi. Ketersediaan sumberdaya manusia berkualitas menjadi tumpuan bagi suksesnya pembangunan nasional. Kehadiran UICI menjadi solusi agar anak bangsa bisa lebih banyak mendapatkan kesempatan mengakses pendidikan tinggi yang terjangkau," pungkas Bamsoet. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama