Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

 


 


Ceramah Penutupan MTQ ke 5 Korpri, Ustadz Das'ad Latief: Jangan Menyogok Untuk Masuk ASN

KENDARI (wartamerdeka.info) - Ustadz Dr. H. Das’ad Latief S.Sos., S. Ag., M.Si., Ph.D berpesan kepada para sarjana dan tenaga honorer yang ingin menjadi pegawai negeri jangan menyogok. "Saya buktinya, dengan izin Allah bisa jadi jadi ASN tanpa nyogok. Kalau Allah berkehendak tidak ada yang mustahil," ujar Ustadz Das'ad  saat memberikan ceramah pada acara penutupan MTQ ke 5 Korpri di Kendari, Sultra, Jumat (19/11/2021) malam.

Orang menyogok menjadi pegawai, jelasnya, menurut jumhur ulama selama dia terima gajinya itu dia makan uang haram. "Mudah-mudah lewat MTQ Korpri agar menjadikan kita dalam pangkat dan jabatan tidak terlibat sogok menyogok 

Ustadz Das'ad mengaku merasakan dampak usai berceramah. Alhasil tak hanya ketenaran yang didapat, melainkan pundi-pundi rupiah karena kebanjiran job ceramah juga didapatnya. “Ternyata begini rasanya jadi penceramah, asyik dan menyenangkan. Akhirnya saya tekuni hingga saat ini,” tuturnya.

Diungkapkan, tahun 1993 lalu setamat dari jenjang SMA, bersama sejumlah rekannya mendaftar masuk AKABRI atau Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia untuk Angkatan Udara. Pendaftarannya saat itu di markas Ajudan Jenderal Kodam (Ajendam) VII Wirabuana di jl Garuda, Makassar.

Lantaran minus tinggi badan ini, semangatnya langsung surut dan alhasil Tuhan pun menjadi sasaran “protes”. “Sempat saya “protes” Allah. Dalam doaku, Yaa Allah, kenapa saya lahir pendek padahal Engkau juga tidak rugi kalau saya lulus jadi tentara. Temanku yang sekelas yang tidak pernah salam alaikum lulus. dia sekarang menjadi polisi reserse di Sulawesi Barat, berpangkat Kompol pakai baret merah. Alhamdulillah, saya lulus jadi ustadz pakai baret putih," demikian kata Das’ad mengulang doa masa lalunya.

Kata Das’ad, Allah SWT mengabulkan doanya dalam bentuk lain yang jauh lebih baik dari yang dirinya harapkan. “Allah Maha Mengetahui yang terbaik untuk hambanya,” ucap Das’ad Latif, yang kini adalah salah satu dosen jurusan Komunikasi di Fisipol Universitas Hasanuddin.

Dengan izin Allah, lanjutnya, dengan baret putih yang dipakainya, dia bisa “ceramahi” baret merah hinga baret hitam. Kemudian, dia daftar lagi fakultas kedokteran, tidak sampai ikut fakultas kedokteran. Dia shalat tengah malam, tahajud 40 malam berturut-turut dan nazar puasa 7 hari, ibu bapakmya juga doakan.

"Saya ikut bimbingan tes satu bulan, begitu keluar pengumuman tidak lulus, temanku lulus padahal tidak pernah Assalamuaikum. Perkembangannya saya malah lulus jadi dosen dan sekarang ustadz. Sekarang saya juga sudah pakai baret tapi baret putih,” ungkapnya.

Ustadz Das'ad juga menyadari kenapa tidak lulus waktu itu, karena saya lulus di Sospol pulang terjadi tabrakan di Perintis Kemerdekaan Universitas Islam Makassar. Terjadi tabarakan, berceceran darah di jalan. Dia lalu turun untuk menolongnya. Sialnya, orang lain yang tabrakan malah dia yang pingsan.

"Ternyata saya tidak bisa lihat darah. sampai sekarang kalau saya lihat orang berkelahi perlu beberapa saat menetralisir kembali emosi saya karena saya tidak bisa melihat darah. Seolah-olah Allah berkata pada waktu itu bagaimana kau menjadi dokter karena kau tidak bisa lihat darah," ungkapnya.

Menariknya, lanjut Ustadz Das'ad, temannya yang lulus jadi dokter sekarang tugas di kepulauan Aru. waktu mau lebaran saya telp untuk pulang, dia menjawab mahal tiket. Kalau saya pulang satu keluarga minimal 30 juta untuk beli tiket. Saya bilang rugimu jadi pegawai tidak bisa pulang lebaran.

"Alhamdulillah, sekarang saya tidak pernah pusing soal tiket, kenapa? bukan saya yang beli. Hebatnya lagi, pergi tidak bawa uang, pulang bawa uang," katanya.

Kemudian, Ustadz Das'ad menceritakan pengalamannya ketika pada tahun 2014 ikut seleksi pilwali Makassar ada 10 pasang calon. "Alhamdulillah, saya tidak menang waktu itu. Kalau saya menang waktu itu saya dinasehati dan diperintah sama gubernur sebagai walikota. karena sekarang saya jadi ustadz, saya bisa ceramai gubernur. bahkan bukan cuma gubernur, presiden dua minggu yang lalu saya ceramahi," tuturnya.

"Kalau memang waktu itu, barangkali gajinya tidak seberapa. sekarang setelah jadi ustadz, viral penghasilannya dari Youtube kalahkan gaji gubernur. dengan izin Allah," sambungnya. 

.

Dengan kisah yang dialami ini, ustadz Das'ad ingin menyadarkan pegawai negeri. seperti diucapkan ketua dewan, pengurus Korpri kalau ada Pilgub / Pilkada yang tadinya kepala dinas tiba-tiba menjadi staf ahli yang tidak ada stafnya sabar. Berarti Allah punya rencana yang terbaik. Tidak usah mencari muka.

"Daripada sibuk mencari muka, lebih baik sibuk memperbaiki diri menunjukkan kualitas dirimu. Caranya tuntut ilmu pengetahuan. Alquran yang Allah hadirkan bukan perintah puasa pada ayat pertama yang diturunkan, juga bukan perintah Shalat. Tapi Iqra (Baca). Berarti untuk ASN agar dapat tempat posisi yang baik, perbaiki saja kualitas dirimu," katanya. 

"Banyak pegawai sekarang ini modal penjilat. Ketika Rasulullah menjalankan Isra, melihat ada manusia tapi muka ular. lalu Nabi bertanya, siapa itu Jibril? Itu umatmu yang suka menjilat-jilat dan mencari muka." 

Kedua, ustadz menceritakan kisah lainnya sewaktu lulus SD di kampung melihat pesawat di atas langit betapa senangnya jika bisa menaiki. "Alhamdulillah, sekarang bisa menaiki pesawat pribadi," katanya.

Begitu pula, lanjutnya, saat masih sekolah sampai kuliah di Makassar mengontrak rumah. Dari mulai 500 Ribu sampai 1 Juta Rupiah. "Mulai kontrakan naik sampai 1.500Ribu, akhirnya tidak bisa lagi. Setengah mati kontrak rumah. Alhamdulillah, dengan izin Allah sekarang sudah 3 masjid saya bangun," kenangnya.

Dulu, cerita Ustadz Dasan, ketika menjadi cleaning Service mmembersihkan 4 toilet tiap hari meminta kepada pemilik travel umroh untuk bisa dimasukkan sebagai calon jamaah untuk bisa umroh pada saat ada undian, tapi tidak dapat tiket umroh.

"Alhamdulillah, sekarang dengan izin Allah saya sudah punya travel sendiri sehingga bisa umroh dan haji kapan saja. bahkan bisa mengumrohkan dan menghajikan orang dengan izin Allah," ucapnya.

Bahkan sekarang, dia mengungkapkan penonton di Youtube sudah mencapai 200 juta, padahal sebelumnya tidak ada yang mengenalnya. "Dengan izin Allah, ada 4 televisi yang mengontrak saya. Dan saya akui saya tidak gagah, tidak cakap," ujarnya.

Dia menceritakan 4 hal ini, karena dirinya mendakwahkan dan menyampaikan isi Alquran. Maka dia mengingatkan bagi yang mempunyai kemampuan untuk mendakwahkan Alquran tekuni, karena soal dunia bagi Allah sangat kecil. "Yang penting dekati Allah dakwahkan Alquran," pungkasnya. (R)

Posting Komentar untuk "Ceramah Penutupan MTQ ke 5 Korpri, Ustadz Das'ad Latief: Jangan Menyogok Untuk Masuk ASN"