TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Bupati Nelson Resmikan Unit Layanan Super Inductive System Dan Fibroscan RSUD Limboto

KAB GORONTALO (wartamerdeka.info) - RSUD Dr.MM Dunda Limboto terus berbenah untuk melakukan perubahan dalam meningkatkan layanan pada masyarakat.

Salah satu upaya untuk tingkatkan layanan masyarakat itu adalah unit pelayanan kesehatan Super inductive System (SIS) dan Fibroscan.

Unit layanan ini pun diresmikan langsung Bupati Gorontalo Prof Nelson Pomalingo, Jumat (18/03/2022).

Dalam sambutannya, Bupati Nelson menyampaikan terima kasih kepada Direktur RSUD MM Dunda Limboto beserta jajaranya yang telah berusaha menghadirkan dua unit layanan kesehatan tersebut.

Melalui kesempatan ini, dirinya menyampaikam apresiasi terobosan  Direktur RSUD Dunda Limboto bersama jajaran yang terus membenahi peralatan kesehatan dalam memaksimalkan pelayanan termasuk menata SDM.

Menurutnya, dengan adanya unit layanan kesehatan super inductive system dan fibroscan bisa membantu masyarakat di Provinsi Gorontalo termasuk yang mengunakan BPJS kesehatan.

Bupati dua periode berpesan agar semua peralatan ini digunakan secara maksimal serta merawat alat tersebut agar bisa digunakan dalam waktu lama. 

Sementara itu, Direktur RSUD MM Dunda Limboto Alaludin Lapananda mengatakan Super inductive System adalah alat  terapi moderen yang bisa membantu proses penyembuhan operasi tulang. Sedangkan Fibroscan untuk memeriksa keadaan atau kondisi hati atau kekakuan organ akibat banyaknya luka atau kerusakan hati yang terjadi.

"Penggunaan alat ini didukung kerjasama tim yang beranggotakan dokter spesialis rehabilitas medik dan spesialis penyakit dalam yang bersertifikat," pungkas Alaludin. (Irf) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama