Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

PGSI Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Di Tegal

TEGAL (wartamerdeka.info) - Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI)  menyelenggarakan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan  Ahad (20 Maret 2022) siang,  dengan menghadirkan narasumber Ir. Bambang Sutrisno,M.M. dari DPD/MPR RI bersama DR. Drs. Sugiyaryo, SH, MH dosen Uiversitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta. 

Acara dengan protokol kesehatan yang cukup ketat tersebut berlangsung di RM Pring Cendani Adiwerna, Kabupaten Tegal dengan durasi 3 jam, dipandu oleh Ahmad Junaedi, S.Ag.,M. Si, dan  diikuti guru-guru dan masyarakat dari kota dan kabupaten Se-Pantura Barat.

Ketua PGSI Kabupaten Tegal selaku ketua panitia penyelenggara menuturkan, bahwa penyegaran pengetahuan tentang Pancasila sebagai dasar dan Ideologi neara, UUD tahun 1945 sebagai konstitusi negara dan Ketetapan MPR RI, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara, menjadi target sosialisasi ini. 

"Untuk itu kami menetapkan tema kegiatan 'Bersatu Untuk Negeri', yang dengan tema itu kami menginginkan bahwa guru harus menjadi agen persatuan bangsa di tengah situasi yang peka pada akhir-akhir ini. PGSI sebagai organisasi guru harus menggugah semangat kebangsaan anggota yang lebih 2 tahun mengalami masa pandemi," ujarnya.

Pada bagian ceramahnya Sugiyaryo, selaku narasumber,  mengingatkan bahwa bangsa Indonesia harus selalu waspada karena dalam keadaan pandemi yang berkepanjangan tanpa terasa bangsa kita dapat teracuni oleh idologi yang dapat melemahkan persatuan bangsa. Untuk itu kita harus selalu menyegarkan pegetahuan  4 pilar kebangsaan untuk menjadi negara yang tangguh. 

Pada bagian akhir ceramah Dr Moh. Fatah, M. Pd. menyampaikan kembali pembentukan karakter menjadi kebutuhan penting bagi bangsa Indonesia yang plural dan itu diimplikasi oleh pilar-pilar kebangsaan. 

(Edise)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama