TikTok YouTube Instagram Twitter Facebook WhatApp

Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

KSBN Bersama Pemdes Bandongan & PWO Magelang Raya Selenggarakan Festival Rebana Klasik Ramadhan

MAGELANG (wartamerdeka.info) - Sebanyak 28 grub rebana di Kab. Magelang mengikuti Festival Rebana Klasik Ramadhan yang diadakan Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) yang bekerjasama dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Bandongan dan Perkumpulan Wartawan Online (PWO) Magelang Raya.

Festival dilaksanakan selama lima hari berturut-turut dan hari keenam  merupakan final, dimulai hari Minggu s.d Jumat ( 10 s.d 15 April 2022 ) di Lembah Semawang Bandongan, Kab. Magelang.

“Kita adakan Festival Rebana Klasik Ramadhan dalam rangka bersuka cita menyambut bulan Ramadhan,” kata Camat Bandongan, Suroto, saat membuka Festival Rebana Klasik Ramadhan, Jumat (08/04/2022) sore.

Dalam sambutannya, Camat Bandongan sangat mengapresiasi festival rebana ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat positif sekali karena merupakan melestarikan seni budaya islami.

“Saya berharap dengan kegiatan ini bisa melestarikan seni budaya islami,” ujarnya.

Sementara Kepala Desa (Kades) Bandongan, Sujono juga menjelaskan, kegiatan festival rebana klasik ini diikuti sebanyak 28 grub rebana dari Kab. Magelang.

“Dalam festival rebana klasik di Lembah Semawang Bandongan ini ada tiga  kategori yang diperlombakan, yakni Kategori Anak sebanyak 3 Grub, Kategori Pelajar 6 Grub , dan Kategori Umum sebanyak 19 Grub,” terang Kades Bandongan.

Selain itu, masih menurut Kades Bandongan, bahwa dalam festival ini juga ada beberapa kriteria penilaian. Diantaranya vokal, kerapian, kekompakan, pengusaan materi lagu yang dilombakan, dan setiap peserta lomba membawakan dua ( 2 ) buah lagu wajib ( tetap ) dan juga lagu pilihan.

“Kita harapkan seni rebana ini selalu eksis dan hadir di negeri ini, lagu-lagu rebana banyak mengandung nasehat untuk mendidik agar tidak jauh dari kehidupan Islami. Kita inginkan nasehat itu tetap didengarkan oleh semua orang,” jelas Kades Bandongan, Sujono.

Ada tiga ( 3 ) Dewan Juri dalam festival rebana klasik ini, dan tidak tanggung-tanggung ketiga Dewan Juri ini. Yakni, Wafiq Azizah ( Diva Sholawat Nasional ), Muhammad Arif Rifai ( Pemerhati Seni ), dan Nasichun ( Pemerhati Seni ). (R)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama