Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Pemkab Gorontalo Bahas Penanganan Banjir Dengan BWS Sulawesi II

LIMBOTO (wartamerdeka.info) - Pemerintah Kabupaten Gorontalo bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Provinsi Gorontalo menyelenggarakan rapat sinkronisasi dan koordinasi pasca terjadinya bencana banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Gorontalo, Senin (04/04/2022).

Dalam rapat itu terungkap antara pemjav Gorontalo dengan pihak BWS Sulawesi II Provinsi Gorontalo telah mengambil berbagai kebijakan pasca bencana banjir dan tanah longsor di daerah ini.

"BWS melakukan langkah-langkah untuk penanganan pasca banjir melalui anggaran dan sesuai kewenangannya  seperti penanganan sungai Alo -  Molalahu dan Biyonga dengan biaya kurang lebih 18 miliar serta penanganan banjir melalui dana darurat," ungkap Roni.

Selain itu, penanganan banjir juga dilakukan Dinas PUPR Provinsi Gorontalo pada beberapa pekerjaan jembatan yang rusak pasca banjir. Sedangkan Pemerintah Kabupaten Gorontalo sendiri telah merencanakan program penanganan melalui dana PEN yang meliputi pekerjaan pembangunan jalan dan jembatan.

"Dari 493 anggaran yang kami pinjam kembali karena SHT kurang lebih 80 miliar untuk dimaksimalkan untuk di pinjam kembali melaksanakan kegiatan-kegiatan yang belum terdanai pada dana PEN sebelumnya," ungkap Roni Sampir. (Irf)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama