Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo Usulkan HPT Boliyohuto Jadi Taman Hutan Rakyat

Pertahankan Hutan Nantu, Pemkab Gorontalo Usulkan HPT Boliyohuto Jadi Tahura
Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo 
GORONTALO (wartamerdeka.info) - Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengakui bahwa keberadaan Hutan Nantu sangat penting untuk melestarikan dan melindungi babirusa. 

Untuk habitatatnya, kata Nelson, meskipun hutan Nantu masih terjaga, tapi bukan berarti bebas dari risiko dan ancaman.  

Nelson menjelaskan, satu ancaman yang nyata adalah Hutan Produksi Terbatas (HPT) Boliyohuto di Kabupaten Gorontalo, yang mulai dirambah dan dikhawatirkan berdampak pada ekosistem Hutan Nantu.

Untuk mempertahankan hutan ini, maka salah satu yang dilakukan pemerintah Kabupaten Gorontalo, adalah mengusulkan  perubahan HPT Boliyohuto  menjadi Taman Hutan Raya atau Tahura. Lokasi HPT ini berbatasan dengan Nantu. 

"Nah kalau ini rusak, maka bisa juga berimbas pada Hutan Nantu dan tentu babirusa," ungkap Nelson usai menjadi nara sumber pada webinar bersama Aliansi Jurnalis Indepent (AJI) Gorontalo, Biodversitas Gorontalo (Biota),dan The Society Of Indonesia Environmental Journalist (SIEJ), Minggu (22/5/2022). 

Kawasan Tahura, lanjut Nelson, dapat berfungsi sebagai zona penyangga (buffer zone) bagi Nantu.

Saat ini kata dia, usulan perubahan kawasan tersebut sudah melalui kajian dan penelitian, serta telah diajukan ke Kementerian Lingkungan Hidup.

"Di tingkat nasional sudah ada tim yang melakukan penilaian dan ternyata hasil penilaiannya bahwa untuk HPT Boliyohuto sangat layak menjadi Tahura, kita kurang menunggu SK," tukas Neson. 

Ia pun mengatakan dalam rangka menjaga dan melestarikan babirusa dan habitatnya pemerintah daerah terus memberikan  edukasi, sosialisasi serta mendorong ekonomya baik agar tidak merusak lingkungan termasuk pendidikannya.
 
"Dan kita kolaborasi dengan semua pihak termasuk desa, masyarakat, balai sungai, lingkungan hidup serta Yayasan Adudu Nantu Internasional (Yani),”ungkap Nelson. 

Untuk mempromosi Tahura dan Hutan Nantu, Bupati dua periode itu menyebut, pihaknya melakukan kolaborasi dengan perguruan tinggi, dan para wartawan. Bahkan untuk pemerintah desa, lanjutnya, saat ini didorong melakukan studi tiru di Cibodas Bogor.

Seperti diketahui, tema Bupati Nelson dalam webinar itu adalah Upaya Pelestarian Satwa Prioritas Babirusa dan habitatnya di Gorontalo dan pembicaranya ada dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama