Forum Internasional ICW Minta Perempuan Indonesia Urus Hak Azasi Perempuan Dan Anak

SEJUMLAH Perempuan Indonesia kembali terpilih menduduki jabatan dalam  kepengurusan di International Council of Women untuk periode 2022-2025. International Council of Women periode ini dipimpin oleh  Martine Marandel dari Prancis selaku Presiden, menggantikan Jung Sook Kim dari Korea. 

Duduk di kursi kepengurusan terdapat lima Vice Presiden adalah Giwo Rubiyanto dari Indonesia,  Fatma Fatos Inal (Turki), Pushpa Hedge (India), Jamal Hermes Ghibril (Lebanon), dan Nona Ricafort (Filipina). Giwo Ruiyanti sebelumnya juga menduduki jabatan selaku Vice President ICW.

Kesemua pemimpin itu ditetapkan melalui pemilihan dari para Anggota ICW yang tersebar di seluruh dunia dalam Sidang Umum ke 36 yang berlangsung dari tanggal 16  sampai 21 Mei di Avignon, Perancis.  

Kegiatan ICW berlangsung sejak tahun 1888, dan dikenal sebagai non government organization (NGO) tertua di dunia. Misi dan Visinya telah berjalan selama 132 tahun.

Dewan Perempuan Internasional tetap menjadi pelopor yang aktif dalam mempromosikan hak-hak perempuan . ICW telah lama berada di pusat gerakan perempuan global, meningkatkan kehidupan hampir miliaran perempuan di setiap sudut dunia.

Sidang ke 36 salah satu agenda utamanya adalah Peilihan Ketua untuk periode yang baru yang berlangsung dari tanggal 17 hingga 19 Mei. Hari sebelumnya diawali dengan pembahasan berupa panel dengan tema, ‘Social protection Measures and Violence against Women’ dan ‘Social protection to achieve gender equality’, yang dilanjutkan dengan workshop. 

“Adalah penting bahwa kita tidak hanya melanjutkan tradisi besar, tetapi kita juga membangun di atasnya. Kemajuan menuju pembentukan kesempatan yang sama bagi perempuan sehingga mereka dapat mencapai potensi penuh mereka sangat penting, tidak hanya bagi perempuan itu sendiri, tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan,"  ujar Jung Sook Kim, petinggi ICW periode sebelumnya.

Selain Giwo Rubiyanti yang merupakan Ketua Kowani, beberapa perempuan yang ikut di dalam kegiatan itu juga menjadi pengurus ICW. Misalnya, Linda Poernomo yang dulu dikenal sebagai presenter TVRI era 90-an, kemudian Anggota DPR  periode 2014-2019, kini pertama kalinya ia ikut ICW berhasil dinominasi mengurusi issue-isue sosial selaku Migration Advisor . Selain itu perempuan Indonesia lainnya adalah Hadriani Uli Tiur Silalahi, Susianah Affandy terpilih menjadi pengurus sectoral kegiatan.

Tiga tahun yang lalu di Yogyakarta, Indonesia, untuk Sidang Umum  ke-35 dari 13 hingga 19 September 2019, ICW berbagi ide untuk kemajuan perempuan dan mengadopsi tema tiga tahunan ICW yang baru, yaitu "Perlindungan sosial untuk perempuan dan anak perempuan: Pembangunan berkelanjutan untuk dunia” untuk tiga tahun ke depan. 

"Sebagai gender yang melahirkan dan memelihara kehidupan, perempuan dapat mengubah masyarakat melalui kepemimpinan perempuan yang peduli dan penuh kasih. Kini saatnya kita, para wanita di dunia, melakukan upaya habis-habisan untuk mengubah masyarakat melalui pemberdayaan perempuan," tambah Jung Sook Kim.

ICW akan terus mewakili suara perempuan bersama dengan mempromosikan dan melindungi hak asasi perempuan internasional untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih aman dan lebih bahagia bagi perempuan. 

Di Indonesia kini tugas  itu juga diemban oleh jajaran  organisasi-orgaisasi yang tergabung  di Kowani yang dimotori oleh Giwo Rubianto. Tentu, hal ini sangat membanggakan tetapi juga ke depan merupakan tantangan dan kerja keras. Semuanya demi masa depan perempuan dan anak perempuan di Indonesia mendapatkan perlakuan semakin lebih layak dalam tataran global. (R)

Posting Komentar untuk "Forum Internasional ICW Minta Perempuan Indonesia Urus Hak Azasi Perempuan Dan Anak"