Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Sepenggal Cerita Bupati Suardi Saleh di Hari Dokter



TERKADANG ada rasa cemburu ketika melihat begitu diagungkannya,  dihargainya bahkan dimuliakannya seorang yang berprofesi dokter. Tapi ini realita yang harus kita terima.

Pada Peringatan Puncak Hari Bhakti Dokter Indonesia (HBDI) ke 114 tahun 2022 tingkat Kabupaten Barru yang dipusatkan dl PKM Madello, Sabtu 28/5/2022. Bupati bercerita tentang apa dan bagaimana seorang yang berprofesi dokter dalam pandangan masyarakat. Saking mulianya profesi dokter, Bupati Barru Suardi Saleh dengan sikap sempurna memberi hormat kepada drg. Hj. Hasnah Syam. MARS yang tidak lain adalah istrinya sendiri sebelum memulai sambutannya. 

Dokter kata Suardi Saleh, memang tak pernah mendapat sebutan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa layaknya seorang guru, namun dokter merupakan sosok pejuang kemanusiaan yang mengedepankan prinsip humanis dan kultural. 

"Sering kita dengar ucapan masyarakat yang mengatakan. Terima kasih Bu atau Pak Dokter atas bantuannya telah merawat keluarga kami hingga sehat. Sedangkan saya seorang Insinyur arsitek misalnya, belum pernah ada orang yang bilang kesaya, terima kasih pak Insinyur telah membuatkan gambar rumah saya sehingga bagus dan nyaman ditempati", sebut Suardi Saleh di depan para dokter memberi perumpaan. 

Lebih lanjut Suardi bercerita,  dulu ketika kita masih kecil , bila ditanya oleh guru di sekolah. "Apa cita-citamu kelak. kebenyakan dari kita akan menjawab, "Mau jadi Dokter!".  Kenapa? Ya karena itu tadi. Orang yang menyandang profesi dokter akan dipandang sebagai sosok mulia, memiliki akhlak budi pekerti baik,cerdas dan  berjiwa sosial serta dapat menyembuhkan penyakit. 

Melalui peringatan hari bhakti ini, Bupati mengajak para Dokter untuk menjadikan momemtum untuk tidak hanya melakukan pelayanan medis tapi juga seorang dokter ideal semestinya juga berperan dalam kegiatan sosial di tengah masyarakat sebagaimana pernah dilakukan oleh para pendahulu kita perintis pergerakan kebangkitan nasional Budi 0etomo, Wahidin Sudirohusodo da tokoh pejuang lainnya. 

"Mereka berprofesi sebagai dokter, dan turut aktif memberikan sumbangsihnya terhadap pembangunan dan sosial kemasyarakatan serta dapat menyatu dekat dengan rakyat", tutup Bupati lalu, merangkul dan mencium kening kedua anaknya yang berprofesi sebagai dokter, masing-masing dgr. Hj. Ulfa Nurul Huda MARS Dirut RSUD Lapatarai Barru dan drg. Rizaldy Sekretaris PC IDI Barru. 

(syam m. djafar)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama