Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Seminar Kebangsaan Di UKSW, Para Mahasiswa Antusias Berdialog Dengan Moeldoko

SALATIGA (wartamerdeka.info) - Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko menekankan pentingnya keterlibatan universitas dan kampus dalam meriset terkait dengan penanganan psikis dan mental masyarakat yang terdampak konflik.

Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara dalam seminar kebangsaan di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Jawa Tengah, Rabu.

"KSP juga akan mendorong BNPT dan pemda berperan lebih aktif dalam menangani masalah ini," kata Moeldoko dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Rabu (20/7/2022).

Dalam seminar kebangsaan itu, mahasiswa tampak antusias menyampaikan aspirasinya terkait dengan isu-isu nasional kepada Moeldoko.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UKSW Irvan Tri Manulang mengawali dengan isu konflik sosial keagamaan yang terjadi di Poso, Sulawesi Tengah.

Ia menyebutkan bahwa masyarakat masih mengalami trauma dan tidak berani melakukan kegiatan perayaan keagamaan, seperti Lebaran dan Natal.

"Masyarakat masih khawatir menjadi korban kekerasan dan kejahatan terorisme," kata Irvan dalam diskusi itu.

Menanggapi hal itu, Moeldoko mengatakan bahwa situasi tersebut menjadi masukan bagi KSP untuk segera mengambil langkah perbaikan.

Selain isu konflik sosial keagamaan, sejumlah mahasiswa juga memberikan perhatian terhadap persoalan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, kemiskinan, dan pemberdayaan UMKM.

"Saya senang dan bangga mendapat masukan seperti ini. Bukan saling menyalahkan, melainkan memperbaiki bersama. Apalagi, pemerintahan sekarang terbuka terhadap masukan masyarakat. Saya pastikan pemerintah akan menindaklanjuti apa yang kalian suarakan," kata dia. (An)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama