Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Tingkatkan Ketahanan Pangan, Ditjen Bina Bangda Lakukan Pelatihan ICT Serentak Bagi Petani Di Palembang Dan Bukittinggi

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda) Kemendagri menggelar pelatihan Pelatihan Information and Information Technology (ICT)  serentak bagi petani di Palembang dan Bukittinggi.

Pelatihan kedua dan ketiga yang dilaksanakan pada Selasa (5/7/2022) ini, diungkapkan  Dirjen Bina Pembangunan Daerah, Teguh Setyabudi, adalah salah satu upaya Peningkatan Ketahanan Pangan. 

"ICT menawarkan peluang untuk meningkatkan kesejahteraan banyak rumah tangga dan petani di perdesaan, juga meningkatkan ketahanan pangan dan mendorong pembangunan ekonomi melalui pemanfaatan teknologi,"  kata Teguh saat membuka Pelatihan secara Daring. 

Teguh mengatakan, selain sebagai penghasil bahan pangan, pertanian juga penting dalam mendukung perekonomian nasional.

Hal tersebut diawali dengan pemilihan bibit, dan dengan budidaya, panen, hingga pemasaran produksi pertanian yang optimal dapat mendukung perwujudan ketahanan pangan. 

Ia juga menyampaikan bahwa Produksi yang dihasilkan budidaya dengan baik dapat mengoptimalkan potensi ekspor negara untuk meningkatkan pendapatan negara

"Dengan melihat pentingnya pertanian terhadap kehidupan kita, maka petani sebagai garda terdepan ketahanan pangan menjadi sangat penting keberadaannya untuk didukung dan dioptimalkan agar produktifitas dan kesejahteraan petani terus meningkat," tambah Teguh. 

Di samping itu dalam forum yang sama, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah I, Edison Siagian menyampaikan bahwa dengan pelatihan ini diharapkan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan petani mampu memahami dan mengimplementasikan pemanfataan ICT serta menjadi jembatan penyebaran pemanfaatan ICT di lapangan.

"Pelatihan ICT/TIK menjadi penting dan strategis untuk mendorong peningkatan produksi, produktivitas dan perluasan pemasaran bagi petani khususnya dalam mendorong pencapaian tujuan dan sasaran Program IPDMIP," tegas Edison.

Pelatihan dilaksanakan secara hybrid pada tanggal 5 hingga 7 Juli 2022 diikuti oleh Bappenas, Kementerian PUPR, Kementerian Pertanian serta dihadiri langsung oleh para PPL serta para petani, dan secara daring oleh Organisasi Perangkat Daerah Pengampu Program IPDMIP diwilayah II dan III. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama