TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Kasi Intel Kejari Lampura Berikan Penjelasan Soal Oknum Pegawai Kejari Yang Memakai Psikotropika Gol 4

Kasi Intel Kejari Lampung Utara, I Kadek Dwi Ariatmaja

LAMPUNG UTARA (wartamerdeka.info) -  Kepala Seksie Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Utara, I Kadek Dwi Ariatmaja memberikan penjelasan terkairt kepemilikan psikotropika golongan 4 oleh seorang pegawai Kejaksaan Negeri Lampung Utara.

"Terhadap dugaan kepemilikan psikotropika golongan 4 tersebut kami menilai hal tersebut merupakan ranah penyidik yang dapat menjelaskan kepada rekan-rekan media," ujar I Kadek Dwi Ariatmaja, Jumat (28/10/22).

Namun, tambahnya, apabila terduga CR yang dimaksud adalah salah satu pegawai Kejaksaan Negeri Lampung Utara, dapat disampaikan bahwa yang bersangkutan sejak Februari 2019 hingga saat ini merupakan pasien dari dokter psikiater dengan status pasien rawat jalan,  karena adanya gangguan kecemasan/serangan panik dan gangguan tidur,.

Dalam pengobatan terhadap Saudara CR menggunakan obat penenang yang juga merupakan psikotropika golongan 4, bahkan sebagaimana jadwal control kepada dokter psikiater selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 18 November 2022 mendatang.

"Kami tambahkan terkait pengawasan melekat pimpinan terhadap seluruh pegawai Kejari Lampung Utara terhadap penyalagunaan narkotika, pada tanggal 10 oktober 2022 telah dilakukan pemeriksaan tes urine narkotika kepada seluruh pegawai yang difasilitasi oleh Sat Narkoba Polres Lampung Utara dengan hasil seluruh tes dinyatakan negative," ungkapnya.

Dan terhadap dugaan kepemilikan psikotropika golongan 4 tersebut, sampai saat ini tidak ada proses penangkapan maupun penahanan terhadap terduga CR karena yang bersangkutan bersikap kooperatif.

Bahkan secara kesadarannya sendiri mendatangi dan menemui penyidik dan juga yang bersangkutan sedang menjalani rawat jalan terhadap gangguan kecemasan/serangan panik yang dideritanya tersebut.

Akan tetapi Pimpinan akan mengambil sikap tegas apabila yang bersangkutan terbukti bersalah ada kesengajaan untuk melakukan pelanggaran hukum, maka akan diberikan  sanksi tegas dari yang paling ringan hingga yang paling berat yaitu pemecatan.(yoke)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama