Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

LPB MUI Gandeng Indonesia Care dan MDMC Dirikan Masjid Darurat di Cianjur

CIANJUR (wartamerdeka.info) - Lembaga Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (LPB MUI) menggandeng lembaga kemanusiaan Indonesia Care dan MDMC membentuk masjid darurat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pembentukan masjid darurat sebagai fasilitas bagi masyarakat pengungsi untuk menunaikan ibadah salat.

"Alhamdulillah tanggal 24 November kami mendapatkan amanah tersebut, hari ini masjid darurat Khadimul Ummah sudah berdiri dan siap difungsikan," ujar direktur eksekutif Indonesia Care, Lukman Azis di lokasi Kampung Gunung, Cugenang, Cianjur, Ahad (27/11/2022).

Lukman menjelaskan bahwa pembentukan masjid darurat bukan hanya untuk ibadah salat warga, namun sekaligus menjadi posko dapur umum dan logistik kolaborasi tiga lembaga. Di antaranya LPB MUI, Indonesia Care dan MDMC.

Sekretaris LPB MUI, Ahmad Baidun mengatakan pembangunan masjid darurat juga didukung oleh Kodam Udaya Bali perwakilan Jakarta dalam hal transportasi. LPB MUI juga mengadakan pelayanan medis dan kegiatan psikososial bagi korban terdampak gempa.

"Sejumlah relawan medis LPB MUI dari Indonesia Care dan MDMC juga terlibat dalam pelayanan medis yang dilakukan secara mobile. LPB MUI juga menurunkan satu unit ambulans prehospital dan ambulan biasa ke Cianjur untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan," kata Ahmad Baidun.

Baidun turut menjelaskan ambulans prehospital milik LPB MUI tersebut memiliki fasilitas lengkap. Mulai dari oksigen, pacu jantung dan peralatan penunjang tindakan operasi kecil dalam kendaraan.

"LPB MUI berharap masjid darurat bisa memperkuat dan menjaga akidah umat serta dapat membantu warga terdampak secara spiritual," tutur Baidun.

Sebagai informasi, sejumlah pimpinan MUI, termasuk Ketua LPB MUI Prof Ja'far Hafsah dikabarkan akan meninjau masjid darurat dan kegiatan kolaborasi tiga lembaga lainnya pada Ahad (27/11). (M)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama