TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Polairud Polres Lamongan Himbau Nelayan Waspadai Cuaca Ektrem

LAMONGAN (wartamerdeka.info) -Setidaknya Sejak awal Oktober lalu BMKG telah mengeluarkan Peringatan Dini terkait cuaca ekstrem. Potensi cuaca ekstrem tersebut masih dapat terjadi di hampir seluruh wilayah, karena kondisi atmosfer di wilayah Indonesia masih cukup kompleks dan dinamis yang dipengaruhi fenomena atmosfer global, regional ataupun lokal. 

Itu dari Hasil analisis dinamika atmosfer yang menunjukkan adanya Siklon Tropis SONCA di sekitar Laut China Selatan sebelah timur Vietnam, tepatnya di sekitar 14.2°LU 111.4°BT dengan kecepatan angin maksimum di sekitar sistem mencapai 35 knots (64 km/h) dan tekanan udara minimum di pusatnya mencapai 998 mb. Siklon Tropis SONCA ini bergerak ke arah barat-barat laut dengan kecepatan 6 knots (10 km/h) memasuki daratan Vietnam.

Terkait masuknya cuaca ekstrem, jajaran Pol Airud Polres Lamongan aktif melakukan kegiatan menghimbau warga. 

"Terutama nelayan di kawasan pantura Lamongan agar tetap waspada dan hati hati," Imbau Kasat Polairud, AKP ERNI SUGIHASTUTI S.E.

Kegiatan menghimbau dan mengedukasi warga ini dilakukan pada, Rabo, (16/11) di sejumlah titik lokasi di wilayah Pantura Lamongan, diantaranya kawasan PPDI Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong. (Mas)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama