Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Yayasan Planet Indonesia (YPI) Audiensi Ke Satgas Pamtas Yonif 645/Gardatama Yudha, Ajak Kerjasama Lakukan Pencegahan Penularan Penyakit Zoonosis


ENTIKONG (wartamerdeka.info) − Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia Yonif 645/Gardatama Yudha Menerima Audiensi Yayasan Planet Indonesia (YPI), bertempat di Markas Komando Taktis (Makotis) Gabma Entikong Satgas Pamtas RI-MLY Yonif 645/Gty, Desa Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau. Kamis (26/01/2023)


Manajer Konservasi Ex-Situ Yayasan Planet Indonesia (YPI) Agung Nur Haq, S. Hut, M.Si. beserta para staffnya atau tim rombongan mengucapkan  terima kasih kepada Komandan Satgas (Dansatgas) Pamtas RI-Malaysia Yonif 645/Gardatama Yudha, Letnan Kolonel Inf Hudallah, S.H. yang telah meluangkan waktu untuk menerima kunjungannya di Markas Komando Taktis (Makotis) Gabma Entikong Satgas Pamtas RI-MLY Yonif 645/Gty. 


Manajer Konservasi Ex-Situ Yayasan Planet Indonesia (YPI) Agung Nur Haq, S. Hut, M.Si. menyampaikan maksud dari pertemuan tersebut untuk menjalin kerja sama antara Satgas Pamtas RI-MLY Yonif 645/Gty dengan Yayasan Planet Indonesia (YPI) dalam rangka kegiatan aksi bersama Instansi di perbatasan dalam penanganan dan penindakan peredaran Tumbuhan Satwa Liar (TSL) serta Pencegahan Penularan Penyakit Zoonosis di Wilayah Perbatasan Indonesia - Malaysia. ujarnya


Dikatakannya,  Satwa Liar merupakan bagian dari ekosistem yang sangat erat kaitannya dengan lingkungan hidup kita. 


Satwa Liar dan seluruh makhluk hidup memiliki hak yang sama untuk dapat hidup dengan layak, yang melekat pada setiap makhluk hidup dan merupakan anugerah dari Tuhan. 


Hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat sudah diatur, baik secara nasional dan internasional," ujarnya.


Zoonosis atau penyakit zoonotik adalah penyakit yang secara alami dapat menular dari hewan vertebrata ke manusia atau sebaliknya. 


Zoonosis disebabkan oleh patogen seperti bakteri, virus, fungi, serta parasit seperti protozoa dan cacing. 


Sebuah penelitian pada tahun 2001 memperkirakan lebih dari 60% penyakit infeksi pada manusia tergolong zoonosis.


"Di seluruh dunia, timbul kewaspadaan terhadap penyakit infeksi yang baru muncul (EID) serta penyakit infeksi yang muncul kembali mayoritas penyakit-penyakit tersebut merupakan zoonosis. Beberapa negara di Asia, termasuk Indonesia, berisiko tinggi memunculkan EID yang bersifat zoonotik dari hewan liar," ungkapnya.


Di tempat terpisah Komandan Satgas (Dansatgas) Pamtas RI-Malaysia Yonif 645/Gardatama Yudha, Letnan Kolonel Inf Hudallah, S.H.  menyampaikan permohonan maafnya karena tidak bisa hadir mengikuti kegiatan audiensi dari Yayasan Planet Indonesia (YPI) dikarenakan sedang mengikuti kegiatan di luar wilayah Entikong.


Dia merasa senang atas kunjungan Manajer Konservasi Ex-Situ Yayasan Planet Indonesia (YPI) beserta para staffnya atau tim rombongan ke Makotis Gabma Entikong Satgas Pamtas RI-MLY Yonif 645/Gty karena dengan pertemuan ini akan dapat saling mengenal satu sama lainnya antara personil satgas pamtas dengan personil Yayasan Planet Indonesia (YPI). 


Selanjutnya Dansatgas Pamtas menyampaikan, melalui Pasi ops Satgas mendukung untuk planning kedepannya untuk kegiatan aksi bersama Instansi di perbatasan dalam penanganan dan penindakan peredaran Tumbuhan Satwa Liar (TSL) serta Pencegahan Penularan Penyakit Zoonosis di Wilayah Perbatasan Indonesia - Malaysia.


Hadir dalam acara tersebut Dankima Satgas Lettu Inf Febri Ridho, S. Tr.Han, Pasi Ops Satgas Letda Inf I Komang Ananta, S. Tr.Han dan Pakum Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Letda Chk Budi Budiman, S.H., M.H. serta para staff atau tim rombongan Yayasan Planet Indonesia (YPI).

(Sumber: Pen Satgas Pamtas Yonif) 645/GTY).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama