Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Zulhas Bertemu Prabowo Bahas Koalisi "Besar" Kebangsaan


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengatakan bahwa negara besar harus diurus oleh koalisi yang besar atau Koalisi Kebangsaan untuk memajukan Indonesia.


“Negara besar tidak mungkin diurus satu atau dua (parpol), tetapi harus besar juga yang mengurus, yang kita kadang-kadang sebut Koalisi Kebangsaan itu. Karena perlu kebersamaan kita untuk memajukan negeri ini,” ucap Zulkifli Hasan kepada wartawan di Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Sabtu (8/4/2023).


Pernyataan tersebut ia sampaikan usai melakukan silaturahim dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan menindaklanjuti gagasan membangun koalisi besar antara Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).


Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, menerangkan bahwa dengan Gerindra, PAN memiliki pengalaman yang panjang dan berharap agar silaturahim antarpartai dapat terus dilanjutkan.


Dalam kesempatan itu, Zulhas menyatakan bahwa PAN siap menjadi apa saja, termasuk bergerak ke sana-kemari untuk merajut koalisi besar antara KIB dan KKIR.


“Saya siap sebetulnya untuk menjadi apa sajalah, ke sana-kemari untuk merajut ini sehingga bisa menjadi kenyataan. Ada jalan tengah yang kokoh dan kuat untuk memajukan Indonesia,” kata Zulhas.


Dalam kesempatan yang sama, Prabowo Subianto menyatakan bahwa ia sangat gembira menerima kehadiran Zulkifli Hasan di kediamannya.


Silaturahim antara kedua ketua umum partai politik ini merupakan wujud komunikasi politik yang lebih intensif menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.


“Saling berkunjung, saling menukar pandangan, bertukar pendapat dalam mencari suatu format terbaik untuk bangsa, dan negara kita,” kata Prabowo.


Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan bahwa Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan akan bersilaturahim dengan Ketum DPP Gerindra Prabowo Subianto untuk menyamakan frekuensi dan memperbanyak titik temu agar terbangun koalisi yang sepenuh hati, satu jiwa, dan satu perjuangan.


Pertemuan ini merupakan lanjutan acara "Silaturahmi Ramadhan" yang digelar PAN di Kantor DPP PAN Jakarta, Minggu (2/4). Silaturahim tersebut dihadiri Ketua Umum PAN yang juga Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Plt. Ketua Umum PPP Mardiono, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, serta para tokoh partai politik lainnya. (An)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama