TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Ratusan Massa Saksikan Peresmian Eduwisata di Pujon


MALANG (wartamerdeka.info) - Program unggulan Eduwisata Gudang Oksigen di Hutan Wilayah Desa Tawangsari Kecamatan Pujon yang menjadi program unggulan resmi di buka Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai di SMK Negeri 1 Pujon, Kamis (24/8/2023).

Menurut Aries Agung, ini kolaborasi antara Perhutani dengan SMK yang merupakan gebrakan langka untuk mengelola hutan menjadi tempat wisata Eduwisata agar perekonomian di daerah semakin bergairah.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Pujon, Lasmono, menjelaskan peresmian Eduwisata dihadiri ratusan undangan dan masyarakat sekitar.

"Benar, ratusan massa mulai dari SIswa SMK, Guru, Kepala Sekolah, Kepala Desa dan Jajarannya, Camat dan Muspika, pedagang dan UMKM menyaksikan peresmian Eduwisata,' kata Lasmono.


Menurut Lasmono, program ini sudah ada sejak 5 tahun lalu, namun sempat terhenti karena adanya Pandemi Covid 19. "Pada akhirnya hari ini, tepatnya tanggal 24 Agustus di buka kembali," ujar Lasmono.

Sementara itu, Indra Gunawan, Camat Pujon, berharap Eduwisata dapat mendongkrak perekonomian di Pujon. "Saya berharap program ini mampu mendongkrak perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon," katanya. 

Sambutan baik juga disampaikan perwakilan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Anny Saulina juga menyambut gembira program yang sangat baik. (Hari)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama