Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Menko PMK Sebut Kualitas Pemerataan Pelayanan Kesehatan Harus Di Lakukan

          Menko PMK serahkan Germas Award 2023

Jakarta, wartamerdeka.info, - Menko PMK Muhadjir Efendi saat sambutan di Penganugerahan Germas Award Tahun 2023 di tingkat kementerian dan lembaga, Jakarta, Selasa (14/11/2023) mendukung langkah Kemenkes untuk melakukan transformasi kesehatan secara besar-besaran.
Pemerataan pelayanan yang berkualitas di sektor kesehatan, kata Muhajir harus segera dilakukan. Tujuannya, menurut dia, agar masyarakat memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan dalam sistem Universal Health Coverage (UHC).
"Jadi kita harus bekerja keras untuk memberikan apa Universal Health Coverage (UHC). Itu memang angkanya sudah 98 persen, tapi saya yakin pelayanan datanya jauh lebih dari harapan," kata Muhadjir.

Universal Health Coverage (UHC) adalah sistem penjaminan kesehatan yang memastikan setiap warga dalam populasi memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif bermutu dengan biaya terjangkau.
Dia juga mengimbau masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat, dengan melakukan olahraga fisik.
"Kita upayakan masyarakat jangan suka sakit. Pola hidup sehat menjaga kondisi selalu prima itu pilihan yang paling masuk akal untuk Indonesia terutama di daerah yang belum lengkap fasilitas kesehatan," imbuhnya.

Olahraga itu sakit yang diprogram, lanjut Muhajir ketika sakit itu relatif sudah siap badan itu. Kalau kita sakit beneran ga terlalu dirasakan. Sebetulnya kita lebih baik sakit terprogram dari pada akhir kedapatan sakit di luar perhitungan kita," tambahnya. (Tim)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama