Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Produksi Padi, Bupati Yuhronur Efendi dan Lembar LHKPN - KPK

W. Masykar

Masih soal berita di sebuah media online dengan judul, "Produksi Padi Terbanyak di Provinsi Jawa Timur, Segini Harta Kekayaan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi".
Apa kaitannya tingkat produksi beras dengan kekayaan bupati? dan apa kaitan produksi beras dengan background foto bupati dalam berita tersebut, dengan laporan harta kekayaan bupati tahun 2022 (LHKPN) kop tertulis KPK?

Ada kawan yang menyebut tulisan saya sebelumnya sebagai upaya penggiringan opini publik, meski saya tidak paham persis yang di maksud dengan penggiringan opini. Jelasnya, saya mencoba meluruskan suatu informasi yang sesungguhnya perlu diluruskan sesuai standar dan nilai nilai jurnalisme. 

Sebab, seharusnya berita "Produksi Padi Terbanyak di Jawa Timur,... ", background foto pendukungnya foto bupati dengan tumpukan beras atau padi, atau saat panen padi. Dan bukan foto bupati dengan latar belakang lembar LHKPN ke KPK. Mengapa ini penting? karena foto dalam sebuah pemberitaan tujuannya antara lain, memperkuat konten dan pesan yang akan disampaikan ke publik. Dan itulah yang disebut fotografi jurnalistik.

Menurut Photographyicon, fotografi jurnalistik berfokus pada sisi story telling atau menyampaikan pesan gambaran dari hasil foto.

Kalau isi beritanya produksi Padi seharusnya foto pendukungnya foto saat panen raya Padi atau tumpukan beras. Dengan begitu, maka gambar/foto mampu memperkuat irama cerita yang disampaikan. 

Sebab, fotografi jurnalistik berfungsi untuk melengkapi teks berita dan meningkatkan daya tarik, bahkan untuk memperkuat bukti kejadian dalam berita yang disampaikan.
Itu sebabnya, foto jurnalistik harus sesuai dengan nilai nilai berita (news values), aktual, faktual, punya daya tarik yang tinggi sesuai dengan isi beritanya. 

Poin-poin etika ini penting untuk diingat untuk menjaga kredibilitas dan integritas sebagai seorang wartawan atau fotografer jurnalistik.

Dengan demikian, fungsi rangkaian kode etik dan etika fotografi jurnalistik yang untuk melengkapi teks berita dan meningkatkan daya tarik suatu berita memiliki makna penting. 

Tidak hanya itu, foto, juga untuk memperkuat bukti kejadian dalam berita yang disampaikan. Etika fotografi jurnalistik dalam rangkaian kode etik, antara lain, akurat, komprehensif dan berintegritas. 

Foto yang diambil untuk kebutuhan jurnalistik harus sesuai dengan berita. Dan harus apa adanya, tidak boleh diedit atau di manipulasi.
Kemudian integritas, yaitu konten foto harus sesuai konteksnya dan tetap terjaga meski melewati proses editing. Tidak boleh di tambah atau dikurangi. Nah, ada apa dibalik foto Bupati dengan latarbelakang laporan LHKPN - KPK tahun 2022 ? (Bersambung)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...