TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Penjagaan Di Kantor Bupati dan DPRD Barru Diperketat

Barru, wartamerdeka.info, - Pasca hilangnya tenda lapak penjual kopi yang berada area Kantor DPRD dan Kantor Bupati Barru beberapa hari lalu, kini penjagaan oleh Satpol PP diperketat. Akses masuk kantor Bupati dan DPRD Barru ditutup sementara. Satu-satunya yang terbuka adalah pintu utama Kantor Bupati. 

Berdasarkan pantauan media ini, Ahad (9/6/2024) pagi, pintu-pintu yang selama ini menjadi jalan masuk keluar dipalang dengan bambu. Efek dari penutupan tersebut sejumlah warga yang ingin menggunakan fasilitas umum berupa ATM Center di area Mal Pelayanan Publik terpaksa harus memutar ke pintu utama. 

Salah seorang warga yang ingin masuk ke ATM Center mengeluhkan penutupan pintu pagar menuju ATM Center. 

"Harusnya tidak semua pintu dikasi palang, lagian di Mal Pelayanan Publik  kan ada Satpol yang jaga. Penjagaannya saja diperketat dengan mendeteksi orang yang masuk", keluhnya. 

Kasat Pol. PP Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Barru,  Ady Fatria, yang dihubungi mengatakan, penutupan pintu pagar Kantor Bupati dan Gedung DPRD Barru dilakukan hanya pada hari libur. Sedangkan pada hari kerja dilakukan pada malam hari mulai pukul 19.00 Wita. 

Hal itu katanya dilakukan untuk menjaga keamanan kantor dan menghindari terjadinya hal-hal yang tidak inginkan. 

Diketahui saat ini terlalu banyak akses pintu masuk keluar di kedua kantor yang hanya bersebelahan tersebut yang selama ini sering menjadi jalan alternatif warga yang melintas, sementara penjagaan tidak ketat sehingga rawan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. (syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama