Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Pj Sekda Barru Tegaskan Pentingnya Penguatan Peran IBI


Barru (wartamerdeka.info) – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Barru, Abu Bakar, S.Sos., M.Si., secara resmi membuka Musyawarah Cabang (Muscab) VIII Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Barru di Lantai VI Mal Pelayanan Publik (MPP), Kantor Bupati Barru, Selasa (20/5/2025). Ia hadir mewakili Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si.

Mengawali sambutannya, Abu Bakar menyampaikan salam hormat, bangga, dan bahagia dari Bupati dan Wakil Bupati Barru kepada seluruh bidan se-Kabupaten Barru. Ia juga berbagi pengalaman pribadi mendampingi istrinya yang berprofesi sebagai bidan saat bertugas di daerah-daerah terpencil. Dari pengalaman tersebut, ia memahami secara langsung tantangan dan dedikasi para bidan di lapangan.



Dalam pidatonya, Abu Bakar menegaskan bahwa Muscab IBI merupakan momen strategis untuk melakukan evaluasi dan menyusun langkah ke depan. 


“Evaluasi laporan pertanggungjawaban tidak boleh bersifat formalitas. Kita harus berani kritis, tentu dengan cara yang santun dan konstruktif. Jangan sampai semua LPj diterima begitu saja tanpa analisa mendalam apakah programnya benar-benar dijalankan atau tidak", tegasnya.


Abubakar mengingatkan bahwa sikap abai terhadap proses evaluasi hanya akan membuat organisasi stagnan. Muscab, katanya, harus menjadi titik balik untuk perbaikan organisasi secara menyeluruh.



Lebih jauh, Abubakar menegaskan bahwa IBI sebagai organisasi profesi harus fokus pada penguatan kapasitas anggotanya, bukan hanya membesarkan pengurusnya. Ia mendorong agar program-program IBI menjawab kebutuhan zaman, termasuk adaptasi terhadap teknologi informasi di bidang kesehatan.


Terkait isu kesehatan strategis seperti stunting dan kematian ibu-bayi, Abubakar menyerukan peran aktif bidan dalam pencegahan sejak hulu. 


“Bidan adalah garda terdepan di desa-desa. Mereka harus menjadi motor penggerak peningkatan kompetensi dan literasi kesehatan masyarakat,” jelasnya sembari menekankan pentingnya peran IBI dalam menyukseskan program Integrasi Layanan Primer (ILP) dari Kementerian Kesehatan.


Menutup sambutannya, Abubakar mendorong pengurus dan anggota IBI untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dan menjadikan forum-forum internal seperti arisan sebagai media edukatif.


 “IBI harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Sinergi, komunikasi, dan silaturahmi adalah kunci penguatan organisasi ini,” pungkasnya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PD IBI Provinsi Sulawesi Selatan dan rombongan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala DPMDPPKBPPPA, Direktur RSUD La Patarai Barru, Ketua DWP Kab. Barru, para kepala Puskesmas, Ketua dan pengurus PC IBI Barru, organisasi profesi kesehatan, serta seluruh peserta Muscab dan undangan lainnya.(syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama