Langsung ke konten utama

Anggota Terima SHU 750 Rupiah, Pengelolaan KUD Minatani Urgent di Evaluasi

 

Oleh : W. Masykar
Dalam perjalanan sekian puluhan tahun, Koperasi Unit Desa (KUD) Minatani Brondong - rasanya baru kali ini, pembagian SHU langsung mengundang anggota melalui Kordinator Kelompoknya (Korpok) masing masing. 

Sayang tidak ada seorang pun dari wakil Pengurus atau Pengawas yang hadir sehingga usulan atau aspirasi yang disampaikan anggota ngambang.

Entah, ada dan kenapa kali ini, membagi SHU harus mengundang anggota? Meski pertanyaan itu, tidak terlalu penting, tapi setidaknya muncul pertanyaan lanjutan, apa dengan demikian lantas KUD Minatani menganggap dirinya sudah transparan dihadapan anggota?  Entahlah!
Terpenting dari sekadar pertanyaan itu, adalah KUD Minatani yang sudah berdiri sekian puluh tahun yang lalu sekaligus mengklaim sebagai KUD yang paling eksis di Lamongan (atau setidaknya) mengantongi predikat sebagai KUD Mandiri pasca dikunjungi presiden Soeharto - SHU hanya senilai Rp. 27.000, selama tiga tahun atau Rp.9.000/pertahun atau Rp.750,-/bulan atau Rp.25/hari, sangat mengenaskan. 

Dengan kondisi seperti itu, masih pantaskah KUD Minatani dinilai sebagai KUD "Sehat"? sehingga mendesak untuk melakukan atau dilakukan evaluasi.
Dengan jumlah anggota yang ribuan, seharusnya sudah mampu memberi kontribusi SHU pada anggota meski tidak terlampau besar tapi setidaknya cukup rasional.Dalihnya selalu klasik dan klise, dengan jumlah anggota yang terlampau besar SHU yang dibagi  menjadi kecil. Ini adalah dalil - yang dalam konteks ber Koperasi tidak masuk akal. Sebab, justru dengan banyaknya jumlah anggota potensi dan peluang meraup laba sebesar besarnya sangat terbuka ketika pelibatan dan pemberdayaan anggota sudah benar dilakukan.

Hanya saja, apakah selama ini pemberdayaan anggota sudah benar benar dilakukan? atau hanya sekadar lipstick saja?

Saya lantas ingat yang pernah diucapkan, Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) Suroto bahwa praktik perkoperasian di Indonesia masih penuh kepalsuan.  
Menurut dia ada tiga model kepalsuan Koperasi di Indonesia. pertama kepalsuan koersif. Kepalsuan yang disebabkan tekanan struktural negara semacam KUD, Kopdes Merah Putih, Koptan pada masa Kredit Usaha Tani /KUT.

Kedua, kepalsuan mimitik, akibat meniru niru korporat kapitalis seperti koperasi yang adopsi prinsip profit oriented, efisiensi menindas dan lain-lain. Dan ketiga, kepalsuan normalitatif, yaitu kepalsuan yang coba menormalisasi kerja koperasi yang tak ada bedanya dengan korporat kapitalis seperti misalnya rentenir baju koperasi, (RMOL, Sabtu, 26 Juli 2025). 

Hanya saja, KUD Minatani masuk di kategori mana, atau jangan jangan dari ketiga model tersebut semua diadopsi? Bersambung)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...