Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Mahasiswa KKN Unhas Gelar Pembuatan Media Tanam Cocopeat

Bulukumba, wartamerdeka.info, - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) gelombang 114 yang sedang melakukan pengabdian di Desa Bajiminasa, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, melaksanakan program kerja inovatif berupa pembuatan media tanam cocopeat. Program ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan limbah sabut kelapa yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal.

Cocopeat adalah media tanam organik yang dihasilkan dari pengolahan sabut kelapa menjadi serbuk halus. Media ini memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan air dengan baik, menjaga kelembaban, sekaligus ramah lingkungan.

“Selama ini sabut kelapa di desa hanya menjadi limbah. Padahal, jika diolah dengan tepat, sabut kelapa dapat menjadi media tanam bernilai ekonomis yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama untuk pembibitan sayuran maupun tanaman hias,” jelas Nahdillah Azahra Fitriani, mahasiswa KKN di Desa Bajiminasa. Rabo (27/8/2025)Kegiatan ini disambut baik masyarakat setempat. Selain memperkenalkan teknologi sederhana pengolahan sabut kelapa, program ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi warga desa. Dengan melimpahnya potensi kelapa di wilayah Bulukumba, pemanfaatan sabut kelapa menjadi cocopeat bisa menjadi salah satu upaya nyata mengurangi limbah organik sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan.

“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya berhenti pada masa KKN saja, tetapi dapat terus dikembangkan masyarakat sehingga membawa manfaat ekonomi dan lingkungan,” ujar salah satu Masyarakat Desa Bajiminasa.

Program ini juga sejalan dengan semangat pemberdayaan masyarakat desa untuk lebih kreatif dalam mengelola sumber daya lokal. Dengan adanya inovasi ini, Desa Bajiminasa diharapkan bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai guna.(Ro/wm)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama