Langsung ke konten utama

Mahasiswa KKN Unhas Gelar Pembuatan Media Tanam Cocopeat

Bulukumba, wartamerdeka.info, - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) gelombang 114 yang sedang melakukan pengabdian di Desa Bajiminasa, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, melaksanakan program kerja inovatif berupa pembuatan media tanam cocopeat. Program ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan limbah sabut kelapa yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal.

Cocopeat adalah media tanam organik yang dihasilkan dari pengolahan sabut kelapa menjadi serbuk halus. Media ini memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan air dengan baik, menjaga kelembaban, sekaligus ramah lingkungan.

“Selama ini sabut kelapa di desa hanya menjadi limbah. Padahal, jika diolah dengan tepat, sabut kelapa dapat menjadi media tanam bernilai ekonomis yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama untuk pembibitan sayuran maupun tanaman hias,” jelas Nahdillah Azahra Fitriani, mahasiswa KKN di Desa Bajiminasa. Rabo (27/8/2025)Kegiatan ini disambut baik masyarakat setempat. Selain memperkenalkan teknologi sederhana pengolahan sabut kelapa, program ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi warga desa. Dengan melimpahnya potensi kelapa di wilayah Bulukumba, pemanfaatan sabut kelapa menjadi cocopeat bisa menjadi salah satu upaya nyata mengurangi limbah organik sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan.

“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya berhenti pada masa KKN saja, tetapi dapat terus dikembangkan masyarakat sehingga membawa manfaat ekonomi dan lingkungan,” ujar salah satu Masyarakat Desa Bajiminasa.

Program ini juga sejalan dengan semangat pemberdayaan masyarakat desa untuk lebih kreatif dalam mengelola sumber daya lokal. Dengan adanya inovasi ini, Desa Bajiminasa diharapkan bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai guna.(Ro/wm)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...