TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Mahasiswa KKN Unhas Buat Briket dari Bonggol Jagung

Jeneponto, wartamerdeka.info, - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Deddy Nandata, melaksanakan program kerja individu berupa Demonstrasi dan Sosialisasi Pembuatan Briket dari Bonggol Jagung di Desa Bontomanai, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Selasa, (12/8/2025).

Kegiatan bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam memanfaatkan limbah organik menjadi sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis.

Menurut Deddy, sebagian besar warga desa masih bergantung pada kayu bakar untuk memasak, sehingga diperlukan alternatif yang lebih berkelanjutan. 

"Briket dapat dibuat dari bahan yang ada di sekitar kita seperti bonggol jagung. Selain lebih efisien, penggunaannya juga dapat mengurangi penebangan pohon secara berlebihan,” ungkapnya saat memberikan sambutan.

Acara dihadiri warga dari berbagai kalangan, peserta mendapat penjelasan tentang manfaat briket, proses pembuatannya, hingga cara penyimpanan yang benar. Setelah penyampaian materi, warga diajak untuk melihat langsung demonstrasi pembuatan briket menggunakan peralatan sederhana.Antusiasme peserta terlihat saat demonstrasi berlangsung, beberapa warga bahkan mencoba membakar briket secara mandiri setelah melihat demonstrasinya.

Kepala Desa Bontomanai memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjadi peluang usaha baru di desa.

Melalui program ini, diharapkan masyarakat semakin terdorong untuk berinovasi dalam memanfaatkan potensi lokal, menghemat biaya energi, dan menjaga kelestarian lingkungan.(Ra/wm)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama