TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Mahasiswa KKN Unhas Fasilitasi Pembuatan Qris Pelaku UMKM

Jeneponto, wartamerdeka.info, - Kegiatan mahasiswa KKN Tematik 114 Teknologi Tepat Guna Universitas Hasanuddin dengan judul program "Modernisasi UMKM di Desa Bontomanai" bertempat di Desa Bontomanai, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Kamis (7/8/2025).

Program kerja ini bertujuan mendorong kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bontomanai melalui pemanfaatan teknologi digital, khususnya dalam hal sistem pembayaran nontunai berbasis QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Sebelumnya, dilakukan sosialisasi kepada pelaku UMKM mengenai manfaat penggunaan QRIS sebagai metode transaksi yang efisien, cepat, dan aman. Selain itu, mahasiswa KKN juga memfasilitasi pembuatan QRIS untuk beberapa pelaku UMKM setempat bekerja sama dengan pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Pallenggu Jeneponto.

Bentuk kerja sama ini ditandai dengan kehadiran langsung pihak BRI Unit Pallenggu yang membantu dalam proses registrasi serta verifikasi akun QRIS untuk masing-masing UMKM yang telah didata sebelumnya. 

Dengan adanya program ini, diharapkan para pelaku UMKM dapat lebih siap bersaing di era digital, serta mampu meningkatkan daya saing usaha mereka melalui transformasi sistem pembayaran yang lebih modern.

Kegiatan berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat serta aparatur desa. Dengan harapan kedepan dapat menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem digital di Desa Bontomanai.Aliyah Khairunnisa Chairil, penanggung jawab program kerja individu, mengatakan melalui program ini, diharapkan pelaku UMKM di Desa Bontomanai bisa lebih mudah beradaptasi dengan perkembangan tekhnologi, khususnya sistem pembayaran digital.

"Kami berharap para pelaku UMKM di Desa Bontomanai dapat lebih mudah beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya dalam hal sistem pembayaran digital. QRIS menjadi solusi yang praktis, efisien, dan aman bagi transaksi sehari-hari, serta mendorong mereka untuk lebih kompetitif di era digital", kata Aliyah.

Sementara itu, salah satu pelaku usaha yang mengikuti kegiatan menyampaikan merasa sangat terbantu dengan adanya sosialisasi dan pendampingan dari adik-adik mahasiswa. 

"Proses pembuatan QRIS yang awalnya terasa rumit jadi lebih mudah karena dibimbing langsung, bahkan difasilitasi dengan pihak bank. Semoga ini bisa membuat usaha kami lebih maju dan dikenal luas", ujar salah seorang pelaku UMKM.(Ra/wm)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama