TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Mahasiswa KKN Unhas Petakan Lahan Desa Wisata di Lembang Basokan


Toraja Utara, wartamerdeka.info, - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 114 Universitas Hasanuddin (UNHAS), Mas’ali Masnur, melaksanakan program pemetaan penggunaan lahan di Lembang Basokan, Kecamatan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara, bagian dari upaya mendukung pengembangan potensi desa wisata berbasis data spasial.

Program lahir dari permasalahan mendasar yang dihadapi pemerintah desa dan masyarakat Lembang Basokan, yaitu belum tersedianya peta penggunaan lahan yang dapat dijadikan acuan dalam perencanaan wilayah wisata. Padahal, wilayah ini memiliki potensi sumber daya alam; seperti persawahan, perkebunan, dan hutan yang sangat mendukung pengembangan wisata alam dan edukasi.

Dalam pelaksanaannya, Mas’ali menggunakan pendekatan ilmiah berupa survei lapangan, interpretasi citra satelit, dan digitasi manual (proses mengubah data atau informasi dari bentuk analog (fisik) menjadi bentuk digital (elektronik) menggunakan perangkat lunak ArcGIS. Dari sini dihasilkan dua produk utama, yaitu peta penggunaan lahan versi digital dan cetak, serta modul panduan pembuatan peta menggunakan ArcGIS.

“Kami ingin agar aparat desa dan masyarakat bisa memahami secara visual bagaimana lahan di wilayah mereka dimanfaatkan. Dengan begitu, pengembangan desa wisata bisa lebih terarah, berkelanjutan, dan tidak tumpang tindih dengan fungsi lahan lainnya,” ujar Mas’ali.Produk hilirisasi ini diharapkan dapat membantu perencanaan pembangunan desa yang lebih baik, khususnya dalam penetapan zona wisata, zona pertanian, dan pelestarian hutan lokal. Ke depan, panduan yang disusun juga bisa dimanfaatkan oleh aparat desa lainnya yang ingin belajar membuat peta secara mandiri.

Program ini menjadi bagian dari upaya hilirisasi pengetahuan dan teknologi oleh mahasiswa, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus mendukung arah pembangunan desa berbasis data dan potensi lokal.(Ra/wm)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama