Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Pertamina EP Rantau Sampaikan Inovasi Pemberdayaan Masyarakat Di Depan Komisi III DPRK

Pertamina EP Rantau Field bagian dari Pertamina Hulu Rokan Zona 1 merupakan kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) yang bergerak di bidang hulu migas untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Dalam menjalankan operasi produksinya, Pertamina EP Rantau juga menjalankan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sebagaimana yang diatur dan diawasi oleh SKK Migas yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah.

Manager Pertamina EP Rantau Field Tomi Wahyu Alimsyah menjelaskan program tanggung jawab sosial/Corporate Social Responsibility (CSR) pada industri hulu migas disebut sebagai Program Pemberdayaan dan Pelibatan Masyarakat (PPM). 

“Selain berkontribusi untuk ketahanan energi nasional, Pertamina EP Rantau juga berupaya memberi dampak dan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar wilayah operasinya,” tegas Tomi.

Dalam perencanaan hingga implementasi program, pemerintah telah mengaturnya dalam Pedoman Tata Kerja PTK-017 Revisi-02/2025. Seiring tantangan di daerah operasi migas selalu berkembang, fokus program yang dulunya hanya pada bantuan sosial jangka pendek kini diarahkan pada program yang berkelanjutan. Pilar program tersebut adalah pendidikan, kesehatan, ekonomi produktif, lingkungan dan tanggap kebencanaan.

Lebih lanjut, Manager Community Involvement & Development Pertamina Hulu Rokan Iwan Ridwan Faizal menjelaskan bahwa setiap program yang akan dilaksanakan harus didasari dengan kajian pemetaan masyarakat untuk kemudian dibuatkan peta jalan program dan ukuran keberhasilannya. 

“Program inilah yang kami presentasikan ke SSK Migas untuk mendapatkan persetujuan. Setiap program juga dimonitor dan dievaluasi setiap tiga dan enam bulan sekali,” jelasnya.

Akuntabilitas pelaksanaan program telah dilakukan Pertamina EP Rantau ke fungsi pengawasan yang ditunjuk negara, yakni SKK Migas. Selain itu, juga telah dilaporkan setiap triwulan kepada Bappeda Provinsi Aceh. Perusahaan juga telah mengikuti sejumlah kompetisi untuk dikaji dan juga publikasi untuk diketahui masyarakat. Bahkan program pemberdayaan Pertamina EP Rantau di Aceh Tamiang menjadi nilai tambah yang mengantarkan Pertamina EP Rantau meraih Proper Emas sebanyak delapan kali.

Menanggapi anggapan yang beredar bahwa ada masyarakat yang tidak tersentuh oleh CSR, perusahaan menyadari bahwa program tidak dapat memuaskan dan menjawab semua permasalahan di masyarakat. Karena itu dibutuhkan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat. Hal inilah yang disampaikan pada pertemuan Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPRK Aceh Tamiang pada Senin (29/9).Tengku Rudi, Anggota Komisi III DPRK Aceh Tamiang menerima keterangan dari Perusahaan. Dia menyampaikan apresiasi bahwa pertanyaan diajukan dapat dijawab dengan baik oleh Pertamina EP Rantau. 

“Saya rasa program CSR telah dijalankan dengan baik oleh Pertamina. Kami dukung Pertamina EP Rantau untuk terus memberikan manfaat jangka panjang lewat program-programnya.” katanya. 
Ini untuk menghindari kesalahpahaman yang dapat dimanfaatkan pihak-piah tertentu untuk adu domba. Selama ini Pertamina EP Rantau Field sudah banyak melakukan program yang berdampak terhadap masyarakat. Di antaranya, Program Pemberdayaan Masyarakat Sinar Pelita yang memberikan dampak positif bagi penyandang disabilitas untuk lebih berdaya secara ekonomi dan tanggap bencana.

Lewat program ini, penyandang disabilitas dilibatkan langsung dalam penyusunan rencana mitigasi, pengambilan keputusan hingga pelaksanaan tanggap darurat. Puluhan orang disabilitas dilatih menjadi anggota Satuan Tugas Difabel Siaga Tanggap Bencana dan Berdaya (Satgas Digdaya).

Tidak hanya itu, dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional Pertamina EP Rantau Field mentransformasikan lahan tidur 1,8 hektar menjadi kebun cabai. Untuk menyukseskan program cabai ini, PEP Rantau Field menggandeng Kelompok Tani Tunas Muda, Kampung Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Kolaborasi dengan warga dan pemerintah setempat program ini memberikan manfaat jangka Panjang bagi masyarakat. (Hasrizal)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...