MAKASSAR (wartamerdeka.info) - Komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam memperkuat sektor pendidikan mendapat respons cepat dari pemerintah pusat.
Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., melakukan audiensi langsung dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Abdul Mu’ti, yang dalam kunjungan kerja Menteri di Sulawesi Selatan.
Pertemuan tersebut sebagai tindak lanjut atas permohonan audiensi yang sebelumnya diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Barru, berlangsung di Makassar, Jumat (27/3/2026),
Dalam audiensi itu, Bupati Andi Ina didampingi Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Barru Abubakar, S.Sos. M.Si serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Barru A. Milawaty. S. Sos. MM.
Asisten Pemerintahan dan Kesra, Jamaluddin, S.Sos. MH., Kasat Pol PP, Damkar dan Penyelamatan Wirman Firdaus, S. STP. M. SilKabag Kesra Setda Barru, Sarmiati Baharuddin, SH.
Kehadiran jajaran ini menegaskan keseriusan Pemkab Barru dalam mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan secara terintegrasi.
Bupati Barru memaparkan secara langsung kondisi riil pendidikan di daerahnya, termasuk berbagai kebutuhan prioritas yang memerlukan dukungan kebijakan dan program dari pemerintah pusat.
“Kami ingin memastikan adanya keselarasan antara kebijakan pusat dan daerah, sehingga program pendidikan yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Bupati Andi Ina.
Pemerintah Kabupaten Barru menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia, yang berdampak pada penurunan kemiskinan, pengangguran, serta peningkatan daya saing daerah.
"Dengan adanya komunikasi langsung dan dukungan dari pemerintah pusat, diharapkan berbagai program prioritas pendidikan di Kabupaten Barru dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan", sebut Bupati.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Abdul Mu’ti, menyambut positif langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Barru.
“Kami mengapresiasi inisiatif Pemkab Barru. Sinergi pusat dan daerah menjadi kunci agar program pendidikan berjalan efektif dan menjawab kebutuhan nyata di lapangan,” ungkap Prof. Abdul Mu’ti. (Syamsu)


