JAKARTA (wartamerdeka.info) - Proyek pelatihan untuk petugas polisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah dimulai atas bantuan Jepang. Mereka akan berpartisipasi dalam operasi perdamaian PBB di seluruh dunia.
Sekitar 5.000 petugas polisi dari berbagai negara kini dikerahkan untuk mendukung operasi PBB. Pentingnya kehadiran mereka karena peningkatan kasus yang tidak dapat ditangani secara memadai oleh pasukan militer. Kasus-kasus tersebut meliputi pemulihan supremasi hukum, penanganan kejahatan, dan membantu penyelenggaraan pemilihan umum.
Upacara pembukaan proyek tersebut berlangsung di markas besar PBB di New York pada Jumat. Perwakilan dari delapan negara, termasuk Kenya dan Kamerun, hadir.
Sumber mengatakan, program pelatihan mencakup cara menghindari bahan peledak, seperti amunisi yang belum meledak, dan pengelolaan senjata dan amunisi. Sesi pelatihan dijadwalkan untuk paruh kedua tahun ini di negara Afrika Utara, Tunisia, dan di tempat lain.
Wakil Sekretaris Jenderal Departemen Dukungan Operasional PBB, Atul Khare, mengatakan pada upacara pembukaan, peluncuran hari ini tidak sekadar awal dari proyek baru. "Ini adalah komitmen yang diperbarui terhadap inovasi, kemitraan, serta keselamatan dan efektivitas pasukan penjaga perdamaian kita," ujarnya. (NHKWord/**)
Duta Besar Jepang untuk PBB, Yamazaki Kazuyuki, mengatakan pentingnya peran penjaga perdamaian PBB semakin meningkat di tengah situasi internasional yang semakin memburuk. Ia mengatakan Jepang telah diakui secara global sebagai negara yang mempromosikan perdamaian, dan akan terus mendorong upaya-upaya tersebut.

