BARRU (wartamerdeka.info) - Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., memimpin Rapat Pemantapan Pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M yang berlangsung di Ruang Data Kantor Bupati Barru, Jumat (13/03/2026).
Rapat tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, pengurus masjid, serta pihak terkait guna memastikan pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Kabupaten Barru dapat berjalan tertib, aman, dan khusyuk.
Dalam rapat tersebut, Wakil Bupati menyampaikan, setelah mendengarkan berbagai masukan dari pengurus masjid serta mempertimbangkan prakiraan cuaca dari BMKG yang disampaikan melalui Kepala BPBD Barru, diputuskan bahwa pelaksanaan Shalat Idul Fitri tahun ini tidak dilaksanakan di lapangan.
“Setelah menyimak setiap pendapat dari para pengurus masjid serta mempertimbangkan prakiraan cuaca sementara dari BMKG yang disampaikan pihak BPBD, maka kita putuskan bahwa tidak lagi ada pelaksanaan Shalat Id di lapangan. Karena meskipun hanya gerimis, jika jamaah duduk selama satu jam tentu akan basah,” ujarnya.
Sebagai gantinya, lanjutnya, pelaksanaan Shalat Idul Fitri akan dilaksanakan di masjid-masjid yang tersebar di wilayah Kabupaten Barru.
Wakil Bupati Barru juga menegaskan, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), pejabat struktural, pejabat eselon, serta pejabat fungsional yang berada di empat kelurahan di Kota Barru wajib melaksanakan Shalat Idul Fitri di Masjid Agung Nurul Iman Barru.
“Silakan seluruh masjid di buka untuk pelaksanaan Shalat Id, kecuali mushollah. Namun kebijakannya, seluruh ASN, PNS, pejabat struktural, eselon, dan fungsional yang berada di empat kelurahan ini wajib melaksanakan Shalat Id di Masjid Agung,” tegasnya.
Ia juga meminta kepada para pengurus masjid agar segera melaporkan kepada pemerintah daerah apabila kapasitas masjid tidak mampu menampung seluruh jamaah Shalat Idul Fitri.
Selain itu, Wakil Bupati Barru menegaskan bahwa pengawasan dan pengamanan pelaksanaan kegiatan akan dilakukan bersama oleh pihak terkait, sementara pengendalian kegiatan berada di bawah koordinasi panitia.
“Perlu kami sampaikan bahwa kami hanya mengawasi dan mengamankan. Soal keamanan tentu menjadi tanggung jawab bersama, sehingga kita tidak saling menyalahkan jika terjadi sesuatu,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keputusan yang dihasilkan dalam rapat tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama seluruh pihak yang hadir, bukan semata-mata keputusan Panitia Hari Besar Islam (PHBI).
“Apapun hasil keputusan hari ini merupakan hasil kesepakatan bersama, bukan keputusan PHBI semata. Jika ada persoalan, maka itu menjadi tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.
Menutup arahannya, Wakil Bupati Barru berharap masyarakat dapat melaksanakan ibadah Idul Fitri dengan penuh kekhusyukan serta menjadikan momentum tersebut sebagai ajang saling memaafkan.
“Mudah-mudahan Idul Fitri ini dapat kita jalankan dengan khusyuk sehingga kita benar-benar kembali menjadi manusia yang fitri, yang artinya bersih,” tutupnya. (Syamsu)
