MAKASSAR (wartamerdeka.info) - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., yang juga adalah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen RI) mengapresiasi langkah cepat, terukur, dan dialogis yang dilakukan Bupati Barru bersama jajaran dalam menjaga kondusivitas menyusul dinamika yang terjadi di Masjid Nurut Tajdid.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam rangkaian pertemuan yang dilakukan Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., bersama jajaran Pimpinan Muhammadiyah Sulawesi Selatan di Makassar, Jumat (27/3/2026).
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 10 Makassar. Bupati Barru hadir didampingi Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kasat Pol PP, Kabag Kesra, serta Kabag Protokol, dan diterima langsung oleh Ketua PWM Sulsel, Prof. Ambo Asse, bersama jajaran pengurus.
Dalam forum tersebut, Bupati Barru memaparkan secara komprehensif kronologi kejadian di Masjid Nurut Tajdid, termasuk langkah-langkah preventif dan penanganan yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Barru bersama aparat keamanan guna menjaga stabilitas dan mencegah eskalasi konflik.
Sebagai tindak lanjut pertemuan pertama, digelar pertemuan kedua di Restoran Sandeq, Jl. Pengayoman Makassar, yang dihadiri langsung oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., didampingi jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan. Pada pertemuan ini, Bupati Barru turut didampingi Plh. Sekda Barru, Kapolres Barru, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kasat Pol PP, Kabag Kesra, serta Kabag Protokol.
Di hadapan pimpinan Muhammadiyah, Bupati kembali menegaskan kronologi permasalahan sekaligus langkah-langkah penyelesaian yang telah dan sedang ditempuh secara terukur dan berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Kapolres Barru AKBP Ananda Fauzi Harahap, S.I.K., M.H., menyampaikan langkah-langkah yang dilakukan dan menegaskan kesiapan penuh aparat dalam mengantisipasi setiap potensi gangguan keamanan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Pemkab Barru sebelumnya telah menginisiasi rapat koordinasi dan mediasi yang melibatkan seluruh pihak terkait. Hasilnya, kedua belah pihak—unsur Muhammadiyah dan pengurus masjid—sepakat mengedepankan kondusivitas, sehingga aktivitas ibadah kembali berjalan normal.
Bupati Barru menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan ini secara tuntas.
“Pemerintah Kabupaten Barru tidak akan mundur. Kami akan mengawal proses ini sampai tuntas, memastikan setiap tahapan berjalan adil, transparan, dan berlandaskan hukum. Dalam waktu dekat, kami kembali memfasilitasi pertemuan seluruh pihak untuk memastikan penyelesaian final tanpa mengorbankan persatuan dan ketenteraman masyarakat,” tegasnya.
Ketua PWM Sulsel, Prof. Ambo Asse, turut mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Barru. “Langkah yang diambil Bupati Barru kami nilai cepat, tepat, dan mengedepankan dialog. Ini menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kondusivitas umat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Prof. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan Pemkab Barru mencerminkan kepemimpinan yang responsif dan solutif.
“Pendekatan persuasif, mediasi, serta komitmen menuntaskan persoalan melalui jalur hukum adalah langkah yang tepat. Ini penting untuk menjaga harmoni dan menjadi contoh penyelesaian yang berkeadaban,” ungkapnya.
Diharapkan, seluruh proses yang berjalan dapat memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat, sehingga perbedaan dapat dikelola secara dewasa dan damai.(syam)

