// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Tim Hawkins: Pesawat Tempur F-35 Mendarat Darurat di Pangkalan Udara Timur Tengah

Jenis Pesawat jet F-35 Angkatan Udara AS. Foto saat terbang berdampingan dengan pesawat dari Angkatan Udara Republik Korea sebagai bagian dari latihan bilateral pada 12 Juli 2022 [File: US Air Force Senior Airman Trevor Gordnier/Reuters]

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins, menerangkan pesawat tempur F-35 dari Amerika Serikat telah melakukan pendaratan darurat di pangkalan udara di Timur Tengah setelah melakukan misi tempur di atas Iran, menurut pejabat militer AS.

"Pesawat mendarat dengan selamat pada hari Kamis, dan pilot dalam kondisi stabil, kata Kapten Tim Hawkins," kata juru bicara Komando Pusat Militer AS (CENTCOM).

Pihaknya mengetahui laporan bahwa pesawat F-35 AS melakukan pendaratan darurat di pangkalan udara regional AS, setelah melakukan misi tempur di atas Iran. Pesawat tersebut mendarat dengan selamat, dan pilot dalam kondisi stabil. Insiden ini sedang diselidiki.

CNN melaporkan, mengutip dua sumber anonim yang mengatakan bahwa pesawat tersebut, yang harganya mencapai $100 juta, kemungkinan besar terkena tembakan Iran.

Secara terpisah, Korps Garda Revolusi Islam Iran telah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa mereka menargetkan pesawat AS, yang belum mengkonfirmasi mengapa F-35 terpaksa melakukan pendaratan darurat.

Sejak pertempuran dimulai pada 28 Februari, Amerika Serikat dilaporkan telah kehilangan sekitar 12 drone MQ-9 Reaper.

Secara terpisah, pejabat AS mengatakan lima pesawat pengisian bahan bakar KC-135 rusak akibat serangan rudal Iran di sebuah pangkalan di Arab Saudi, meskipun laporan tersebut belum diverifikasi secara independen.

Meskipun pesawat tempur siluman F-35 telah dikerahkan dalam operasi tempur sejak 2018, belum ada kasus yang dikonfirmasi mengenai pesawat tersebut yang terkena tembakan musuh.

Pada 1 Maret, tiga jet tempur F-15E Strike Eagle AS ditembak jatuh dalam insiden tembakan salah sasaran yang melibatkan F/A-18 Kuwait. Keenam awak pesawat berhasil melontarkan diri dengan selamat dan dievakuasi. 

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah mengeluarkan pernyataan, disertai dengan rekaman video, yang mengklaim menunjukkan penargetan pesawat tempur Amerika F-35A/B Lightning II dengan rudal permukaan-ke-udara di langit Iran. Klaim IRGC ini menyusul laporan bahwa sebuah F-35 rusak dan terpaksa melakukan "pendaratan darurat" di pangkalan udara di Timur Tengah karena tembakan musuh di atas Iran.(Aljazeera/red)


Josep Minar

No Comment

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama