![]() |
| Presiden Iran Masoud Pezeshkian, mengatakan jalur air tersebut adalah simbol perlawanan bangsa Iran yang agung. (John Lamparski/Getty Images) |
Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan bahwa setiap upaya untuk menghalangi pelabuhan Iran pasti gagal, karena Presiden AS Donald Trump meletakkan dasar untuk perpanjangan blokade.
CNN melaporkan bahwa Trump mempertimbangkan untuk melanjutkan blokade sebagai cara terbaik untuk memaksa Iran kembali ke meja perundingan. Iran secara efektif telah menutup jalur air penting Selat Hormuz, yang menimbulkan guncangan di pasar energi global, tetapi di dalam negeri pengangguran melonjak dan mata uang nasional merosot.
“Setiap upaya untuk memberlakukan blokade dan pembatasan angkatan laut bertentangan dengan hukum internasional dan bertentangan dengan kepentingan negara-negara di kawasan dan perdamaian serta stabilitas global, dan pasti gagal,” kata Pezeshkian, yang dilaporkan kantor berita semi-resmi Mehr pada hari Kamis.
Pezeshkian menyampaikan komentarnya untuk memperingati Hari Teluk Persia Nasional, peringatan saat pengusiran Portugal dari Selat Hormuz pada abad ke-17. Ia juga mengatakan bahwa jalur air (Hormuz) tersebut adalah simbol perlawanan bangsa Iran yang agung.
Pernyataan presiden Iran disampaikan setelah Mohsen Rezaei, penasihat militer senior Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, juga mengancam akan bertindak jika AS melanjutkan blokade angkatan lautnya. “Jika blokade berlanjut, Iran akan merespons,” kata Rezaei dalam sebuah wawancara televisi, seperti yang dilaporkan stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, pada Kamis pagi. (sumber: CNN)






