![]() |
| Foto diambil dari daerah Marjayoun Lebanon Selatan menunjukkan kepulan asap dari lokasi serangan Israel di Kfar Tebnit pada 31 Mei 2026 (AFP) |
LEBANON - Pasukan Israel telah mencapai pinggiran Kota Nabatieh di Lebanon selatan dan merebut Kastil Beaufort yang strategis, meskipun ada perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak April, sementara para analis memperingatkan Israel sedang meletakan dasar untuk kendali jangka panjang atas wilayah di Lebanon.
Kemajuan ini menandai invasi terdalam Israel ke Lebanon lebih dari seperempat abad. Pasukan Israel saat ini menduduki sekitar 2.000 kilometer persegi (770 mil persegi) wilayah Lebanon yang hampir seperlima dari negara itu.
Awalnya Israel mengatakan tujuannya adalah untuk menyingkirkan pejuang Hizbullah dari daerah-daerah di selatan Sungai Litani yang lebih dekat ke perbatasannya. Tetapi pasukannya saat ini beroperasi jauh melampaui garis itu, dengan militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi yang meluas hingga ke utara Sungai Zahrani (sekitar 10 km atau 6 mil di utara Sungai Litani), semakin memperluas kendali militernya.
Pasukan Israel telah mencapai kota Zawtar al-Sharqiyah dan Choukine di pinggiran Nabatieh, benteng Hizbullah, sementara Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan serangan Israel di Deir ez-Zahrani pada Minggu pagi menewaskan beberapa orang.
Kemajuan ke utara terjadi ketika pejabat Israel dan Lebanon melanjutkan pembicaraan yang dimediasi AS, bertujuan untuk mencapai penyelesaian konflik, sambil menguraikan rencana untuk melucuti senjata Hizbullah yang telah mengecam negosiasi di tengah serangan Israel.
Sementara itu, gencatan senjata yang rapuh antara Washington dan Teheran semakin terkait dengan perkembangan di front Lebanon. Pejabat Iran memperingatkan bahwa penarikan Israel dari Lebanon Selatan merupakan prasyarat untuk kemajuan yang berarti dalam negosiasi antara kedua negara untuk mengakhiri perang AS-Israel di Iran. (Sumber: Al Jazeera)
