Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Polres Barru Ringkus DPO Kasus Pencurian Mutiara Senilai Rp199, 5 Juta


BARRU (wartamerdeka.info) - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Barru kembali menunjukkan komitmennya dalam mengungkap tindak pidana dan memburu pelaku kejahatan yang melarikan diri. Seorang buronan kasus pencurian mutiara milik PT. Timur Otsuki Mutiara (TOM) berhasil diamankan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Pelaku yang diketahui bernama inisial GR (31) ditangkap oleh Tim Resmob dan Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Barru yang dipimpin Kanit Tipidter IPTU Syarifuddin, S.Psi., dengan dukungan Tim Resmob Polres Morowali, pada Minggu (24/5/2026) dini hari di Desa Batupia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali.

Kasus tersebut bermula dari laporan kehilangan 864 kerang mutiara di area penakaran PT. Timur Otsuki Mutiara yang berlokasi di Batupute, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru. Akibat aksi pencurian tersebut, perusahaan mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp199.584.000.

Kasat Reskrim Polres Barru, IPTU A. Fadly Yusuf, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa dalam kejadian ini ada lima yang ditetapkan tersangka dan empat telah di proses hukum sebelumnya kemudian pelaku inisial GR ( 31 thn ) dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah berhasil melarikan diri usai kasus tersebut terungkap.

“Setelah dilakukan penyelidikan intensif dan pelacakan keberadaan tersangka, tim berhasil mengidentifikasi lokasi persembunyiannya di wilayah Kabupaten Morowali. Berkat kerja sama yang baik dengan Polres Morowali, pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan,” ujar IPTU A. Fadly.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui telah melakukan pencurian sebanyak tiga kali bersama rekannya yang lebih dahulu diamankan oleh penyidik. Mutiara hasil curian kemudian dijual dengan total transaksi mencapai sekitar Rp81,3 juta.

Dalam pengungkapan kasus sebelumnya petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa 35 butir mutiara, satu unit alat timbang digital, bukti transfer transaksi penjualan, serta uang tunai sebesar Rp10 juta yang diduga berkaitan dengan hasil kejahatan.

“Penangkapan ini merupakan bentuk keseriusan Polres Barru dalam menindak setiap tindak pidana yang merugikan masyarakat maupun dunia usaha.

Saat ini tersangka telah ditahan pada rutan Polres Barru untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. (Syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama