JAKARTA (wartamerdeka.info) - Serangan bom bunuh diri dengan mobil ke kereta api yang membawa tentara di Quetta, Ibu Kota Provinsi Balochistan di barat daya Pakistan, telah menewaskan sedikitnya 24 orang dan melukai lebih dari 50 lainnya. Sementara Tentara Pembebasan Balochistan telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan pada Minggu tersebut.
Kamal Hyder dari Al Jazeera melaporkan dari lokasi kejadian, beberapa rumah dan bangunan yang berdekatan dengan jalur kereta api mengalami kerusakan parah. Ledakan tersebut menyebabkan beberapa gerbong kereta terbalik dan terbakar.
Menurut laporan media lokal, keadaan darurat telah diumumkan di rumah sakit umum di Quetta, dengan dokter dan staf medis lain diperintahkan untuk tetap bertugas.
Rekaman yang dibagikan secara online menunjukkan kendaraan dan gerbong kereta yang hangus tergeletak dalam posisi miring, mengepulkan asap hitam tebal.
Hyder mengatakan, Pakistan telah mengalami beberapa serangan oleh kelompok separatis dalam beberapa bulan terakhir. Serangan-serangan tersebut semakin ganas dan juga menargetkan pekerja Tiongkok karena penentangan terhadap proyek infrastruktur Beijing di Balochistan. Di bawah Koridor Ekonomi Tiongkok-Pakistan, wilayah Xinjiang Tiongkok telah terhubung ke pelabuhan Gwadar Pakistan.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dalam unggahannya di X mengutuk serangan tersebut.
“Tindakan terorisme pengecut seperti itu tidak dapat melemahkan tekad rakyat Pakistan. Kami tetap teguh bertekad memberantas terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya,” katanya.
Personel keamanan dan warga menyelamatkan korban luka akibat ledakan dari gerbong kereta yang tergelincir setelah ledakan menargetkan kereta api di Quetta, provinsi Balochistan Pakistan, pada 24 Mei 2026 [AFP]





